TIDAK TERIMA DI KONFIRMASI TERKAIT PEMINJAMAN IJAZAH KEPALA DESA MARGASARI KEC. PASAWAHAN HINA DAN LECEHKAN WARTAWAN

TIDAK TERIMA DI KONFIRMASI TERKAIT PEMINJAMAN IJAZAH KEPALA DESA MARGASARI KEC. PASAWAHAN HINA DAN LECEHKAN WARTAWAN

Peristiwa 0 Comment 62

PURWAKARTA, Gemantara News

Sikap tidak terpuji ditunjukan Ojja selaku Kepala Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan Kab. Purwakarta dengan melecehkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas

Kepala desa itu mengeluarkan kata-kata kasar bernada keras dan tidak pantas diucapkan oleh seorang Kepala Desa yang seharusnya memberi contoh kepada masyarakat. Hal ini telah melukai perasaan segenap insan Pers yang ada di kabupaten purwakarta

Kejadian berawal saat wartawan salah satu media online berinisial Jk, hendak mengkonfirmasi bahwasanya menurut informasi, Kepala Desa Ojja yang sudah empat kali menjabat sebagai Kepala Desa Margasari diduga memakai Izasah yang dipinjam ketika pencalonan Kepala Desa. Namun ketika hal itu hendak di konfirmasi kedatangan awak media di sambut dengan kata kata kasar yang tidak seharusnya di ucapkan oleh seorang kepala desa

tidak hanya itu, Ojja juga melontarkan kata kata hinaan dan pelecehan terhadap wartawan media online yang pada saat itu sedang mengkonfirmasinya, “Saya tau kalian para wartawan kerjanya hanya minta uang saja” ujarnya

Dengan nada keras dan bahasa yang kasar, Ojja juga layangkan kepada ke tiga orang wartawan, “Saya tidak punya uang, nanti bulan desember saya kasih perorang sepuluh ribu” masih kata Ojja

Ucapan kotor dengan arogan oknum kepala desa margasari tersebut mengundang perhatian serius para wartawan yang bertugas di purwakarta.

Para wartawan meminta Bupati purwakarta maupun camat pasawahan untuk menindak oknum kepala desa yang melakukan pelecehan tersebut.

Ucapan Kepala Desa margasari jelas sangat arogan dan melecehkan wartawan “seorang pemimpin desa seyokyanya memberikan kata-kata yang baik dan menjadi contoh untuk masyarakat, bukan dengan sembarangan berucap, apa lagi ucapan itu tidak pantas, harus diberi pelajaran” ujar salah seorang wartawan

Sudah sepantasnya Oknum Kepala Desa tersebut dilaporkan sesuai yang tertuang
Undang Undang Pers Pasal 18 No.40 tahun 1999. Stiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat dan menghalangi tugas pers terancam pidana dengan ancaman paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000 ( lima ratus juta rupiah) sebagai efek jera dan tidak semena untuk oknum oknum pejabat lainya. (robin/korwil 2)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top