TEMUAN UJI KIR KOTA TASIKMALAYA

TEMUAN UJI KIR KOTA TASIKMALAYA

Pemerintahan Daerah 0 Comment 1

KOTA TASIKMALAYA, Gemantara News

Uji Kir adalah serangkaian Pengujian kendaraan bermotor secara berkala agar menjaga kendaraan tersebut tidak mengandung kekurangan teknis yang tidak diketahui dan atau dapat juga menimbulkan bahaya baik untuk lalulintas, penumpang dan lingkungan.

Pada tanggal 2/08/2022, tim awak media Gemantara News kembali berkunjung ke gedung pelayanan pengujian kendaraan bermotor Kota Tasikmalaya di JL. Ir H Juanda, Sukamulya, Kec Bungursari, Tasikmalaya.

Sistem pelayanan dilakukan secara langsung dengan mendatangi loket yang telah disediakan, Serta pembayaran Retribusi langsung ke Bank Jawa Barat (BJB).

Seperti hal biasa tim awak media Gemantara News fokus pada pelayanan uji kir yang dilakukan. Dengan pendampingan dari pihak instansi terkait.

Kali ini tim awak media didampingi oleh Bapak Rahmat selaku Ka UPT Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya.

Dari hasil pemantauan tim awak media Gemantara News ada beberapa menjadi catatan seperti: Alat Uji Emisi dimana selang (probe) pengambilan sampel rusak, dan peralatan uji yang kurang terawat serta gedung dengan ventilasi yg sangat minim sehingga gedung pengujian tersebut terlihat gelap dan panas (sirkulasi udara kurang baik) dan lantai gedung pengujian terdapat dibeberapa titik penambalan sehingga berdampak ketidak akuratan pengujian Cahaya Lampu Utama yang membutuhkan lantai rata sebagai dasar pengukuran yang optimal.

Dari beberapa item peralatan yang telah diperlihatkan ke awak media, ada beberapa pengukuran yang awak media tidak melihat seperti: Alat Uji Kebisingan dan Intensitas tembus cahaya pada kaca.

Ketika tim menanyakan hal itu kepada petugas dilapangan terlihat petugas terburu-buru mengambil alat uji kepekatan dari dalam ruangan dan mengoperasikan, “sedangkan alat uji kebisingan tidak dapat dilakukan dikarenakan rusak” ujar Pa Benben selaku Ketua Kelompok Penguji yang saat itu turut mendampingi awak media Gemantara News.

“Alatnya dibawa sama teknisi Pak sedang dalam perbaikan” tambahnya, sesuai aturan Peraturan Menteri Perhubungan No 19 Tahun 2021 Pasal 12 ayat (3) bahwa alat ukur intensitas cahaya dan kebisingan menjadi bagian pengujian persyaratan laik jalan.

Dan terlihat beberapa alat sudah lawas perlu pergantian agar pengujian dapat dilakukan secara maksimal.

Hasil data uji dari alat ukur, tidak terkoneksi ke sistem namun memindahkan dengan mencatat secara manual ke sistem perangkat lunak yang tersedia untuk menyimpan kedalam database dan menghitung hasil ukur dan dibandingkan dengan Baku Mutu yang telah ditetapkan.

Namun disayangkan sistem ini dapat disalahgunakan oleh oknum untuk memanfaatkan dan menjadi kecurangan didalam pemeriksaan kelaikan uji kir yang dilakukan. (red)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top