SOSIALISASI PERUNDUNGAN ATAU BULLYING DI SMK N. 1 PERGETTENG GETTENG SENGKUT

SOSIALISASI PERUNDUNGAN ATAU BULLYING DI SMK N. 1 PERGETTENG GETTENG SENGKUT

Berita Daerah 0 Comment 4

PAKPAK BHARAT, Gemantara News

Kegiatan Sosialisasi Perundungan atau Bullying di SMK Negeri 1 Pergetteng-getteng Sengkut dilakasanakan di Gedung Aula SMK. Senin (01/11/2021), turut hadir pada acara sosialisasi tersebut Bapak Kepala Cabang Dinas Kabanjahe, H. Syahri Ginting. S. Pd, MM, Kepala SMK Negeri 1 Pergetteng-getteng Sengkut Sopian Manik, S. Pd, M. Si, dan bapak/ibu guru/ staf pegawai serta siswa/i agen perubahan.

Kegiatan tersebut melibatkan 30 orang siswa/i sebagai agen perubahan dalam mensosialisasikan tentang perundungan anak atau bullying di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini akan berlangsung selama 2 bulan, dimulai pada bulan Oktober – Desember 2021. “Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 bulan, dimulai dari bulan Oktober sampai Desember”, ungkap Ketua Panitia kegiatan Rohmantiana Banurea, S. Pd.

Apa itu perundungan/bullying.? Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.
Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya.

“Perundungan adalah perilaku agresif, baik kata-kata atau tindakan, dengan sengaja. Perundungan bisa diibaratkan sebagai benih dari banyak kekerasan lain, misalnya: tawuran, intimidasi dan lain sebagainya. Sebagai benih kekerasan, bila perundungan bisa ditekan, maka kekerasan yang lebih parah akan bisa dicegah.” ungkap Kepala SMK Sopian Manik, S. Pd, M. Si.

“Selain membuat anak tak percaya diri, perundungan juga memberikan efek yang lebih berat, mulai dari stres hingga depresi. Anak akan mengalami gangguan akademis, prilaku sosial, gangguan pada fisik, dan perubahan emosi.” tambah Sopian Manik.

Kepala cabang Dinas Pendidikan Kabanjahe dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan agar siswa/i memberikan contoh yang positif dan berprilaku positif terhadap teman sekolah ataupun sesama teman sebaya di lingkungan sosial masing-masing.

Rohmantiana Banurea, S. Pd menyampaikan 6 cara sederhana untuk membantu anak dalam mengatasi perundungan/bullying.

1. Berbicara, mendorong anak berbicara dengan Anda, pastikan Anda mendengarkan mereka dengan cermat. Terbukalah terhadap apa yang anak katakan dan berikan dukungan.

2. Jangan membalas, latih anak untuk bereaksi terhadap para pengganggu ini. Bantu mereka memahami cara melawan penindas dan hubungi pihak sekolah jika seseorang mencoba menyakiti mereka.

3. Bantu memahami perilaku intimidasi, membantu mereka memahami bahwa menjadi pelaku intimidasi bukanlah cara mereka menangani situasi tersebut.

4. Ajari anak mencari bantuan, pastikan untuk mendapatkan dukungan dari otoritas sekolah jika keadaan menjadi rumit. Juga, ajari anak untuk mencari bantuan jika mengalaminya.

5. Beri penjelasan tentang penindasan, untuk anak-anak yang lebih kecil, penting untuk mengetahui apa yang dapat diberi label sebagai ‘penindasan’ dan apa yang tidak. Sekolah mulai banyak yang menjelaskan tentang perilaku ini, tapi mungkin sulit bagi anak kecil untuk memahaminya.

6. Bantu anak kembali percaya diri, jika anak mengalami perundungan, bantu mereka merasa nyaman dengan dirinya sendiri, misalnya menemukan sesuatu yang dapat dilakukannya dengan baik. Pilih aktivitas yang dikuasai anak atau buat mereka merasa percaya diri.

Jadi siswa/i sebagai agen perubahan perundungan/bullying hal-hal di atas bisa menjadi pengetahuan agar disampaikan pada teman ataupun sahabat. Atau kamu yang masih sekolah juga wajib paham hal-hal di atas. Jangan sampai kamu jadi korban perundungan, atau kamu malah jadi pelaku. (Lenan)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top