RENTENIR BERKEDOK KOPERASI MARAK BEREDAR DI ONO HARJO TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH.

RENTENIR BERKEDOK KOPERASI MARAK BEREDAR DI ONO HARJO TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH.

Kriminal 0 Comment 1

LAMPUNG, Gemantara News.

Praktek peredaran rentenir berkedok koperasi menjamur di Desa Ono Harjo kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah, diduga karena lemahnya sistem pengawasan Pemda Lampung Tengah terhadap pelaku usaha yang berkedok koperasi.

Seharusnya diadakan monitoring dan mengambil tindakan tegas membubarkan koperasi yang menyalahi aturan hukum, sehingga warga kecil dan menengah tidak menjadi korban.

Dalam Liputan jurnalis Gemantara News pada Selasa (28/12/2021) Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) pusat yang dihadiri Direktur Jendral Herman Gunawan, wakil direktur Ermianto, wakil sekertaris Sri Wiyono beserta anggota LPKN Lampung Tengah lainnya mengadakan pertemuan pendampingan bagi korban rentenir berkedok koperasi.

Sehingga korban bersinergi dengan LBH GANTARA Bandar Jaya yang di pimpin Indra Jaya, SH. Dan hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Ono Harjo Gunarto.

Kepala Desa Ono Harjo Gunarto dalam sambutan nya mengatakan, “Saya sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
mendampingi korban-korban koperasi di wilayah kerja saya, sehingga bisa persoalan terselesaikan dengan cara baik-bai.” ujar Gunarto.

Pada kesempatan itu, Direktur Jendral LPKN pusat Herman Gunawan memberi penyuluhan kepada anggota koperasi yang hadir, agar para karyawan koperasi yang dilapangan mengerti tentang dasar hukum koperasi dalam prakteknya dilapangan.

“Tidak dibenarkan secara hukum dalam penagihan menggunakan cara intimidasi dan kekerasan, sehingga para korban ketakutan dan tidak merasa nyaman didalam rumahnya sendiri, ungkap Hermawan.

“Jangan sampai terjadi dikemudian hari para karyawan koperasi melakukan tindakan yang menyalahi hukum, dan manakut-nakuti nasabah.” Tegas nya.

Pertemuan diadakan dirumah tempat tinggal salah seorang nasabah Siti Fatimah, dan rekan-rekannya diberikan masukan oleh Direktur Jendral LPKN Pusat Herman Gunawan, agar tetap melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan UU No: 8 tahun 1999 tutup Hermawan. (fk.nainggolan/ Ipung)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top