PROYEK TENDER KABUPATEN BEKASI TAHUN 2020 DINILAI CACAT MUTU

PROYEK TENDER KABUPATEN BEKASI TAHUN 2020 DINILAI CACAT MUTU

Ekonomi 0 Comment 63

KAB. BEKASI, Gemantara News

Proyek Tender Belanja Kontruksi Jalan Tegal Danas Kandang Gereng, Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi dinilai cacat mutu oleh “Darsum Bin Guntur Aktivis, tokoh masyarakat, sekaligus menjabat selaku Ketua Gemantara Eksekutif cabang Kab. Bekasi.

Menurut Darsum Bin Guntur
Proyek lelang yang dilakukan tahun 2020 ini, menghabiskan anggaran sebesar hampir Rp.6 Miliar. Pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR).

Pemenang tender tersebut, PT. Riz Giga Utama, yang beralamat di jl.Raya Sukatani No.31 Rt.02/02 Sukatani -Bekasi Jawa Barat. Dengan pagu anggaran Rp.5.698.050.000,00 dan nilai HPS Rp.5.354.013.606,04 hasil negosiasi masuk harga penawaran Rp.4.283.210.884,83.

Lebih lanjut dikatakan Darsum Bin Guntur , proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2020, yang dikerjakan perusahan tersebut dilihat dari fisik sudah jelas cacat mutu.

“Dilihat dari jalannya saja bergelombang, ditambah lagi sudah pada pecah dan saya menduga jelas ini cacat mutu,”ucap Darsum Bin Guntur Ketua Ormas Gemantara Ekbang Kab. Bekasi.

Berdasrkan data yang dimiliki, bahwa pekerjaan tersebat sudah masuk catatan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Jawa Barat. Dengan hasil temuan BPK yaitu Kekurangan Volume Pembangunan Jalan Tegal Danas-Kandang Gereng dan masuk potongan senilai Rp.180.605.850,00. Dengan nomor Surat Perjanjian Kerja (SPK) 620.1/270/SPP/PJL-DSDABMBK/2020 Tertanggal 18 November 2020.

“Kami memiliki data yang sudah di potong oleh BPK, akan tetapi dari nilai kontrak mencapai 4,1 Miliar, yang di potong hanya Rp.180 Juta, itu jelas tidak sesuai jika dilihat dari fisik yang sudah ada, ditambahlagi jalannya sangat membahayakan pengendara, soalnya sangat bergelombang,”tambah Darsum Bin Guntur .

Dikatakan Darsum Bin Guntur masih Ditempat yang sama di warung kopi sekitar lingkungan Pemda Kab. Bekasi , Dinas terkait harus bisa menganalisa kegiatan yang dikerjakan oleh perusahaan tersebut. Karena sudah jelas sangat merugikan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Dinas terkait harus bisa menganalisa kegiatan yang dikerjakan perusahaan tersebut. karena jika kita melintasi jalan tersebut, sungguh sangat membahayakan pengendara, dan ini jelas gagalnya kontruksi yang dikerjakan oleh perusahaan itu. Dengan hal ini, Dinas terkait harus bertanggungjawab atas kepengawasan dan monitoring Dinas saat pelaksanaan proyek berjalan,” tegas Darsum.

Di pertegas dan akan ambil sikap kata Darsum , dirinya akan mendorong pihak penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan dan dinas terkait.

“Kami juga akan melakukan audiensi kepada dinas terkait dan melaporkan kepada penegak hukum atas kinerja perusahaan tersebut yang diduga telah bekerja asal-asalan, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan Rincian Anggaran Belanja (RAB),” tutupnya.(Dri/Sum)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top