PEMBEKALAN TRACER TNI-POLRI DAN PEMDA, DANDIM NAGAN RAYA : HARUS SALING BERKOLABORASI SAAT BERTUGAS DILAPANGAN

PEMBEKALAN TRACER TNI-POLRI DAN PEMDA, DANDIM NAGAN RAYA : HARUS SALING BERKOLABORASI SAAT BERTUGAS DILAPANGAN

TNI / Polri 0 Comment 14

NAGAN RAYA, Gemantara News,

Nagan Raya – Dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah berlangsung cukup lama, oleh sebab itu setiap petugas yang ada di wilayah Kabupaten Nagan Raya, diberikan pelatihan dan pembekalan selama seminggu mulai senin kemarin terpusat di Grand Nagan Hotel, Desa Simpang Peut Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Rabu (29/9).

Pelatihan dan pembekalan yang diberikan kepada setiap tracer Covid-19 ini sangat penting, karena dapat meningkatkan profesionalisme dari setiap para petugas yakni dari TNI-Polri dan Petugas Kesehatan dari Unsur Puskesmas.

Penanganan kasus yang belakangan ini sudah semakin meningkat, sehingga setiap petugas tracer mengerti tugas dan tanggung jawabnya.

“Pembekalan tracer Covid-19 kali ini dipandang sangat penting karena dengan minimnya sarana dan prasaran kita menuntut kerja sama yang baik dan saling mendukung didalam pelaksanaan tugas tracer di lapangan nanti,” ujar Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Guruh Tjahyono, S.I.P., Mi. Pol.

Lanjut Dandim, bahwa Tim tracer Covid-19 ini merupakan bentuk perhatian dari pemerintah, bilamana ada kasus warga yang terpapar COVID-19 dapat terdata oleh sistem secara akurat.

“Tentunya dengan bersama-sama kita saling berusaha untuk mengentaskan permasalahan ini, dan kali ini diadakan Pembagian tugas tracer dilapangan, tata cara pengisian form PE, tata cara pengisian akun Silacak dan pembahasan Kendala dan Solusi saat bertugas dilapangan, serta tentang cara memberikan pemahaman edukasi ke masyarakat secara humanis” pungkasnya.

Adapun dalam penanganan pandemi COVID-19, pelibatan TNI-Polri diatur dalam UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri, serta Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespon Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia.

Dalam melaksanakan operasi kemanusiaan, peranan aparat bersenjata pada dasarnya dikenal dengan istilah tugas perbantuan. Pelaksanaan tugas perbantuan, khususnya bagi organisasi militer merupakan bentuk respons terhadap situasi darurat ketika otoritas sipil memiliki keterbatasan dalam penanganannya.

“Keterlibatan TNI-Polri adalah bentuk respon cepat dan komprehensif dari pemerintah dalam melawan pandemi yang belum juga mereda hingga saat ini. Selain menutup kekurangan kita atas tenaga kesehatan yang ada, keberhasilan proses distribusi vaksin hingga ke tahap vaksinasi serta kebijakan PPKM yang diterapkan keberhasilannya saat ini sangat bergantung terhadap hadirnya kedua institusi tersebut,” tegas Guruh.

“Vaksinasi adalah ikhtiar yang harus segera dilaksanakan untuk membentuk kekebalan komunal masyarakat. Apalagi beberapa waktu ke belakang kita menghadapi angka kematian yang sangat tinggi akibat infeksi virus COVID-19,” ujarnya.

“Maka keterlibatan tenaga kesehatan yang didukung oleh TNI-Polri serta hadirnya kesadaran kolektif kita semua sebagai rakyat Indonesia maka saya yakin kita akan mampu menghadapi situasi sulit pada saat ini. (korwil 1)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top