PEKERJAAN PROGRAM SANITASI (DAK) TAHUN 2021 DIDUGA JADI AJANG KORUPSI OLEH OKNUM PELAKSANA DI LAPANGAN

PEKERJAAN PROGRAM SANITASI (DAK) TAHUN 2021 DIDUGA JADI AJANG KORUPSI OLEH OKNUM PELAKSANA DI LAPANGAN

Peristiwa 0 Comment 11

PURWAKARTA, Gemantara News

Upaya pemerintah guna menjaga kebersihan masyarakat perdesaan agar hidup sehat dilingkungan sekitar untuk itu, melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Sanitasi tahun anggaran 2021 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat ( SPALD-S) di 16 desa di kab. Purwakarta yang setiap desanya yang di targetkan 150 titik dengan anggaran Rp.7,5 juta per titik.

Pembangunan tangki septik individual Skala perdesaan, volume 150 unit dengan anggaran fantastic Rp, 1.050.000.000.- (satu milyar lima puluh juta) bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK ) bidang Sanitasi tahun anggaran 2021 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kerja yang sedang dikerjakan salah satunya, berlokasi di lingkungan Dusun1 dan 2 Desa Neglasari Kec.Darangdan Kab. Purwakarta, Jawa barat, dengan Pelaksana, KSM Neglasari Lestari dan diharapkan bisa menjadikan masyarakat sekitar lebih sehat lagi.

Namun sangat disayangkan Program pemerintah tersebut tidak didukung pelaksanaanya di lapangan, ketika Media Gemantara News melakukan investigasi di desa Neglasari Kec. Darangdan diduga pekerjaan program sanitasi tersebut menjadi ajang korupsi oleh oknum oknum pelaksana dilapangan diantaranya volume anggaran diduga hanya mencapai lebih kurang Rp, 5 juta dari anggaran Rp 7,5 juta/titik termasuk harga tanki septik diduga di mark-up

Salah seorang pekerja yang tidak bersedia disebutkan namanya ketika dikonfirmasi dilapangan, mengenai anggaran yang dihabiskan setiap titik, enggan memberikan jawaban “mengenai hal itu saya tidak bisa menjawabnya saya hanya pekerja” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskanya bahwa pekerjaan 20 titik hanya dikerjakan 5 orang dengan borongan 7 jt dan sempat terhenti oleh sebab bahanya tidak ada dan sekarang sudah selesai namun untuk upah kami belum semua dibayar” jelasnya,

Ketika hal ini di konfirmasi kepada ketua KSM Ustd. Dede “untuk pelaksanaan dilapangan saya kurang jelas kalaupun ada kekurangan mari kita selesaikan dan lebih jelasnya silahkan temui sekdes pupung”ucapnya,

Setelah awak media konfrimasi sekdes neglasari Pupung, jumat (20/9/2021) menjelaskan harga tengki per unit 3.600.000 dan Pengadaanya dari PT. NAMBUR dan telah selesai termen pertama, 37 unit yang sudah selesai.

Ketika diminta bukti penerimaan barang Pupung tidak bersedia menunjukkanya “untuk pengadaan tangki ada yang datang kesini, itu sudah dari Kementrian langsung, JUKNIS dengan PUPR masalah di lapangan saya kurang tahu karena ada ketua KSM adapun kesalahan di lapangan kita akan musyawarahkan” ujarnya. (biro pwk/korwil 2)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top