PEKERJAAN PEMBANGUNAN FASILITAS SANITASI DAN MCK DI DESA DEPOK KEC. DARANGDAN DIDUGA TIDAK SESUAI SPESIFIKASI DAN SARAT PENYIMPANGAN

PEKERJAAN PEMBANGUNAN FASILITAS SANITASI DAN MCK DI DESA DEPOK KEC. DARANGDAN DIDUGA TIDAK SESUAI SPESIFIKASI DAN SARAT PENYIMPANGAN

Hukum 0 Comment 19

PURWAKARTA, Gemantara News

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR tahun 2021 telah menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pembangunan Fasilitas Sanitasi dan MCK 150 titik dengan besar anggaran 7 juta/ titik disetiap desa

Namun sangat disayangkan program pemerintah tersebut tidak didukung pelaksanaanya didaerah Pasalnya, masih banyak di temukan pekerjaan yang menyimpang diduga tidak sesuai dengan RAB. Dimana dari Anggaran yang telah di Kucurkan tersebut, tidak di terapkan sesuai dengan ketentuan dan Spek daripada yang seharusnya, sesuai dengan RAB yang semestinya.

Diantaranya pekerjaan program sanitasi di Desa Depok Kec. Darangdan Kab. Purwakarta diduga pekerjaanya asal jadi dimana penerapanya tidak sesuai spek dengan RAB seperti material besi yang seharusnya dipakai 10″ namun yang dipakai 8″

  • penggunaan pasir di irit
  • tenaga kerja diborongkan dengan harga
    harga murah
  • penggunaan closet jongkok merk INA
    dengan dihargai 250 ribu

Kabid. Perumahan dan Permukiman DISTARKIM Purwakarta ketika hendak di konfirmasi rabu (10/11/2021) mengetahui kedatangan awak media dari Kamera pengawas CCTV memerintahkan kepada penerima tamu, beliau tidak ada. ketika didesak karena telah berbohong, “saya diperintahkan begitu” ujarnya

Dengan melewati tiga pintu outomatis dengan pengawasan camera CCTV bagaikan hendak menemui pejabat negara “yang heranya pedagang asongan bisa bebas masuk kok, wartawan susah seakan ada yang ditutupi” ujar salah seorang rekan awak media

Ironisnyanya jawaban tidak nyambung dengan pokok yang dipertanyakan dengan dalih akibat adanya suhu politik Pemilihan Kepala Desa.
Ketika dipertemukan Kabid. Perumahan dan Pemukiman Burhan, melalui Kasi. Rahmad Amin, di konfirmasi diruanganya menjelaskan, waktu tahapan pencairan hanya 25% saya kesana, karena ada monitor evaluasi tentang penyerapan anggaran supaya diterapkan sih.. dilapangan sama administrasinya belum. jelas Rahman

Lebih lanjut dijelaskanya, “disanakan kemarin kemarin lagi suhu – suhu nya pilkades jadi, ke kami jangankan masalah teknis data yang bapak utarakan, kemudian masalahnya itu, kemudian mungkin si ketua KSM nya atau kelompok KSM nya ada sebagian saudaranya ada yang nyalonin ada bumbunya ada minyak goreng jadi ramelah gitu” Jelasnya

“jadi intinya gini, mereka juga maklum di pekerjaan tersebut ada suhu politik nya apa yang mereka infokan dan sumber sumber yang ini tidak seperti yang saya terima, mereka bertanggung jawab cuma kan, biasalah urusan dari masyarakat mah.. Kadang kadang untuk disosialisasikan mungkin masih awam karena baru dua tahun sama sekarang” jelas Rahman

Dengan jawaban yang tidak yambung dengan pokok yang dipertanyakan diduga pihak Distarkim sengaja menutup nutupi dengan apa yang ditemukan
dilapangan. Hingga berita ini di terbitkan ketua KSM belum berhasil dikonfirmasi
(robin/korwil 2)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top