P.A.K DAIRI MENGGANDENG UD. KANDANG AKS DARI KOTAMADYA TEBING TINGGI DALAM MERAKIT MESIN TETAS

P.A.K DAIRI MENGGANDENG UD. KANDANG AKS DARI KOTAMADYA TEBING TINGGI DALAM MERAKIT MESIN TETAS

Ekonomi 0 Comment 76

DAIRI SUMATERA UTARA, Gemantara News

Dalam usaha peternakan, khususnya peternakan unggas, proses penetasan telur merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan usaha. Salah satu faktor lambatnya produksi telur karena peternak masih menggunakan metode konvensional dalam menetaskan telur. Sebagian besar peternak beranggapan bahwa alat mesin tetas masih mahal dan sulit digunakan. Namun kenyataannya mesin tetas tradisional dan semi modern merupakan jenis mesin tetas yang sesungguhnya mudah dioperasikan dan keuntungannya mampu mempercepat laju produksi, serta memberikan berbagai kemudahan bagi peternak.

Masalah utama dalam penetasan telur secara alami, dalam arti dierami oleh induk unggas betina, terletak pada keterbatasan jumlah telur yang dieraminya. Sebagai contoh, indukan ayam hanya mampu mengerami sebanyak 10-15 butir dari 100 butir telur yang dihasilkan setiap periode bertelurnya. Begitu pula indukan itik umumnya hanya mampu mengerami 40% dari total jumlah telur yang diproduksi. Oleh karena itu, bila mengandalkan pengeraman secara alami maka persentase keberhasilan telur yang menetas alias “daya tetas” (hatchability) hanya sekitar 50-60%, di mana kegagalan ini dapat disebabkan ketidakstabilan kondisi lingkungan, sehingga embrio ayam dalam telur tidak berkembang sempurna, yang berbuntut pada kerugian bagi peternak.

Ketua PAK Dairi Rudi Tanadi mengundang 2 orang teknisi perakitan mesin tetas yang berasal dari Kotamadya Tabing Tinggi dan pemilik bengkel UD. Kandang AKS. Rahadian Bani Hakim dan Iqbal Aulia pemilik UD. Kandang AKS di Tanah Merah Kampung Planet Lingkungan V Kelurahan Lubuk Raya, Tebing Tinggi, memberikan arahan dan masukan dalam menggunakan mesin tetas kepada kelompok P.A.K Dairi di rumah kediaman ketua yang sekaligus merupakan kantor sekretariat P.A.K Dairi (Jumat, 17/09/2021)

Menjadi seorang peternak mandiri sangatlah mudah, dengan memiliki mesin penetas telur full otomatis dan menguasai metode penetasan kita akan dengan sangat mudah untuk menjadi seorang peternak mandiri, sebab syarat kemandirian bukan hanya pada pengelolaan pakan, tetapi harus pula bisa memproduksi DOC secara mandiri,,
Hal ini bertujuan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan secara drastis.

“Jika selama ini kita membeli DOC dengan harga 10.000/ ekor, dengan menetaskan sendiri kita bisa memproduksi DOC hanya dengan biaya 2000/ ekor, saya akan memberi harga miring kepada komunitas PAK Dairi yang ingin membeli mesin tetas model apa saja dan kapasitas berapa saja serta menggratiskan ongkos kirim dan memberikan garansi sparepart selama 6 bulan. “, ungkap Rahadian.

DOC sendiri merupakan singkatan dari Day old chicken atau dalam bahasa kita disebut dengan ayam berumur satu hari, berat atau bobot dari ayam DOC yang normal rata-rata dikisaran 35-40 gram per ekornya. DOC ayam sendiri sangat menentukan keberhasilan dari ternak ayam.

“Bagi anggota komunitas PAK Dairi yang ingin belajar merakit dan membuat mesin tetas, kami siap membantu dan memberikan pelatihan dan siap hadir.”, tambahnya.

Penggunaan mesin tetas memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan  penetasan secara alami (dierami oleh induk ayam), antara lain ruang mesin tetas lebih luas dan lebar sehingga dapat menempatkan telur dalam jumlah banyak, yang berarti mampu meningkatkan keuntungan usaha dibanding dengan secara alami. Selain daripada itu, keunggulan lainnya ialah: 
• Tingkat keberhasilan telur yang menetas lebih besar, yaitu 80% (secara alami hanya 50-60%).
• Penetasan telur dapat dilakukan terus-menerus tanpa terganggu oleh perubahan cuaca, karena telur ditempatkan di ruang khusus.
• Daya hidup anak ayam hasil penetasan dengan mesin tetas lebih tinggi disebabkan perubahan suhu dari dalam telur ke lingkungan luar telur tidak terlalu ekstrim.
• Indukan ayam dapat terus-menerus melakukan produksi dan reproduksi tanpa perlu terganggu dengan kewajiban mengerami dan memelihara anakannya.
• Kontrol terhadap kualitas telur lebih mudah. ( Lenan )

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top