OKNUM WARTAWAN PREMAN BER -KTA DI DUGA INTIMIDASI DAN LAKUKAN PEMERASAN DI CIMAUNG KAB. BANDUNG

OKNUM WARTAWAN PREMAN BER -KTA DI DUGA INTIMIDASI DAN LAKUKAN PEMERASAN DI CIMAUNG KAB. BANDUNG

Kriminal 0 Comment 339

KAB. BANDUNG, Gementara News

Profesi Jurnalis sebagai Pilar ke 4 dalam tatanan bernegara, lagi-lagi harus tercoreng citranya oleh segelintir oknum wartawan yang diduga mengaku bekerja pada salah sebuah media cetak dan online.

Seperti kejadian yang dialami Pemerintahan Desa (Pemdes) Jagabaya, Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung. Yang mengeluhkan adanya tindakan yang dinilai sarat intimidasi dan menakut-nakuti dari seseorang yang mengaku wartawan sebuah media cetak/ online.

Seperti yang dituturkan Kades melalui Sekdes dan dua staf Desa Jagabaya, kepada tim liputan media, dimana peristiwa yang berawal dari adanya konfirmasi melalui chat pracetak yang dikirim lewat pesan WhatsApp dari wartawan salah satu media online.

“Awalnya sang Wartawan meminta informasi penerapan Anggaran Desa, melalui surat yang bertema “Konfirmasi pra cetak” melalui pesan WhatsApp mengaku dari Bhayangkara 1.com, dengan tudingan yang sangat tendensius” ucapnya.

Selanjutnya pihak Pemdes Jagabaya mengundang Wartawan yang diketahui berinisial Ugs untuk ketemu di desa namun tidak bersedia dengan dalih yang belum jelas penolakannya.

Akhirnya perwakilan pihak Pemdes tiga orang yang dipimpin Sekdes menemui oknum wartawan tersebut ditempat yang diinginkanya, yakni seputar Bale Endah Kab. Bandung.

Dalam pertemuan dengan Wartawan yang tampak didampingi seorang wartawan lainnya di tempat yang ditentukannya, akhirnya Dia (oknum Wartawan) menawarkan penyelesaian.

“Jika berita tidak mau tayang dan ditindaklanjuti harus menyediakan uang sejumlah Rp.10 juta baginya, Rp. 5 juta buat kawannya serta tiga media lainnya, bila dihitung perkiraan sekitar harus ada Rp. 30 – 40 jutaan” ungkapnya dalam perkiraan.

Permintaan yang dipandang tidak rasional tersebut, tidak langsung dipenuhi pihak Pemdes yang diwakili Sekdes dan 2 staf desa lainnya, dengan alasan akan dirundingkan dulu.

Pada sore harinya, Selasa 13/7/2021, sekitar pukul 19:30 WIB atas instruksi Kades, maka Sekdes melakukan musyawarah internal di kantor Desa Jagabaya dengan menghadirkan beberapa tokoh untuk diminta saran, usul dan kebijakan langkah terbaik apa yang harus dilakukan pihak Pemdes.

Hasil musyawarah Pemdes dengan pihak tokoh serta meminta saran dari rekan-rekan media, Forum Wartawan Cimaung, Tokoh-Ormas, LSM, Tokmas dan OKP Kepemudaan wilayah Cimaung. Disimpulkan bahwa.

“Oknum wartawan yang mengaku dari Bhayangkara1.com yang sebelumnya dikenal sebagai jurnalis media lain, dinilai mekanisme jurnalistik yang ditempuhnya sudah keluar jalur, bahkan terindikasi ada unsur pemerasan” ujar R.Ugt Ketua DPD BK-RI Jawa Barat yang hadir pada musyawarah tersebut.

Merebaknya kabar peristiwa tersebut, sontak membuat berang para tokoh Media, Forum Wartawan Cimaung, Ormas dan LSM.

Seperti tanggapan yang dilontarkan pedas komunikasi via tlp oleh Ketua Umum Ormas Gema Nesantara ( Germantara Official ) yang juga Pimpinan Umum Media GemantaraNews.com , Supriatna menegaskan.

“Ini merupakan preseden buruk bagi insan pers dengan masih adanya ulah wartawan seperti itu dalam menjalankan tugas jurnalistik” ujarnya.

“Kejadian tersebut perlu disikapi, agar jadi epek jera kepada oknumnya, serta jadi perhatian dan pembelajaran bagi para insan pers lainnya dalam menjalankan fungsi jurnalis” tegas Ketum Ormas Gemantara official kepada awak media.

“Kami sangat sayangkan masih maraknya oknum Wartawan preman ber-KTA yang merusak citra pers sebagai pilar penting negara dengan gaya tidak profesional dalam bertugas” tandasnya.

“Masih maraknya Wartawan yang dikatagorikan hanya bermodal ID Pers tanpa mengerti tupoksinya. Sekedar menakuti dan mencari amplop, itu perlu dikikis” cibir “Supriatna.

Sementara Ketua Barisan Kepemudaan Republik Indonesia ( BK-RI) Rudi UGT kepada awak media mengatakan hal senada dengan1. Supriatna.
Rudi UGT menilai, bahwa hadirnya oknum Wartawan seperti itu, tidak terlepas dari dukungan redaksi di perusahan media yang merekrutnya.

“Kejadian ini semoga menjadi parameter, bagi masyarakat maupun birokrasi tertuju untuk lebih waspada dalam menilai wartawan, jangan kembali terjadi tindakan oknum yang akan merusak citra pers dan merugikan masyarakat” tandas Rudi UGT.

Pihak tokoh lainnya, Ketua Forum Wartawan Cimaung (FORWACI), Indra Fuji Priatna dalam menanggapi kaitan perilaku Oknum wartawan ini mengatakan.

“Saya sebagai Ketua Forum Wartawan Cimaung sangat menyayangkan atas tindakan rekan wartawan yang menekan tentang pembangunan Desa Jagabaya, namun tanpa konfirmasi seimbang agar cepat dibereskan” tegas Indra.

“Kami harapkan apa yang terjadi dengan permasalahan pemberitaan ini, mohon agar segera diselesaikan dengan baik – baik saja dulu, sebelum mentok hingga berujung ke meja hijau dan pihak yang berwenang, jangan dibiarkan” saran Indra Ketua Forwaci.

Hasil tindaklanjut penelusuran rekan-rekan aliansi media, Forum Wartawan, tokoh LSM dan Ormas setempat. Belakangan diketahui, bahwa oknum Wartawan berinisial “Ugs” Sudah di Stop press dari perusahaan media Lain.

Sebagai informasi sewaktu berita ini dibuat, baik Tim Aliansi Media, Forwaci, BK-RI, Apdesi Cimaung dan Tokmas lainnya, dalam menanggapi pemberitaan yang muncul. Selanjutnya berencana akan melakukan musyawarah untuk memotivasi pihak Pemdes Jagabaya secepatnya.

Mereka dalam bentuk apresiasinya, menyarankan pihak Pemdes dalam menempuh langkah selanjutnya agar sesuai prosedur hukum dan undang – undang yang berlaku, dan hal ini sebagai bentuk apresiasi murni hingga permasalahan beres tanpa merugikan salah satu pihak manapun. (Yudi)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top