MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANJAITAN MENINJAU LANGSUNG PENGERJAAN TEROWONGAN TUNNEL 2 KERETA API CEPAT JAKARTA-BANDUNG

MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANJAITAN MENINJAU LANGSUNG PENGERJAAN TEROWONGAN TUNNEL 2 KERETA API CEPAT JAKARTA-BANDUNG

Pemerintahan 0 Comment 2

PURWAKARTA, Gemantara News

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan Rabu, (12/01/2022) meninjau langsung pengerjaan terowongan (Tunnel 2) Proyek Kereta Api Cepat (KCIC) Jakarta-Bandung yang berlokasi di desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Luhut beserta rombongannya yang ikut didampingi Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dan jajaran Forkopimda Kabupaten Purwakarta

Sebelum meninjau terowongan 2, panjang hampir satu kilometer itu, pihak pengembang proyek kereta cepat tersebut memaparkan kendala saat pengerjaan kepada Menko Luhut.

Dimana Struktur tanah di lokasi proyek terowongan 2 banyak tanah lempung sudah diprediksi Luhut sejak lama. Ia sempat menduga kondisi tanah lempung itu dapat mengganggu pengerjaan proyek.

Luhut menyebut lokasi tanah di sekitar tunnel 2 sedikit lempung namun persoalan itu dapat diatasi dengan baik, dan ditargetkan April mendatang bisa selesai. “Berdasarkan penjelasan dari ahli tadi, ditargetkan April 2022 selesai,” kata Luhut kepada awak media

Namun ketakutan Luhut berangsur mereda usai melihat langsung kondisi terkini di lokasi proyek yang semakin baik dan terus dikerjakan ke dalam.
“Ini di bagian atas sudah dibor juga dicor bahan beton dan menurut ahli-ahli, ini bisa menahan goyangan,” ujarnya.

Semoga dengan adanya kereta cepat Jakarta-Bandung, selain menjadi solusi untuk kemudahan akses juga dapat memberikan nilai manfaat bagi masyarakat Purwakarta, serta berkontribusi langsung pada perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Purwakarta. (robin/biro Pwk)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top