MASYARAKAT MEUNASAH GEUDONG MENUNTUT OKNUM PERANGKAT DESA YANG BERMAIN UANG BLT

MASYARAKAT MEUNASAH GEUDONG MENUNTUT OKNUM PERANGKAT DESA YANG BERMAIN UANG BLT

Berita Daerah 0 Comment 512

ACEH UTARA, Gemantara News

Masyarakat mengeluh dengan perangkat di desanya yang diduga bermain serong dalam pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) Adapun terkait dengan permasalahan ini terjadi di Desa meunasah Geudong, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Masyarakat mendesak keputusan perangkat yang dikira tidak adil. Oleh karena itu para masyarakat Meunasah Geudong, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara memita pertanggung jawaban pada Jum’at Malam 13/08/2021.

Pada saat pertemuan tersebut, salah seorang warga berinisial ( ND ) juga meminta pertanggung jawaban atas pemalsuan tanda tangan terhadap istrinya. Akibatnya hingga saat ini istrinya tidak menerima Bantuan Langsung Tunai tersebut.Ia juga bertanya uang tersebut dikemanakan oleh pengkat desa.

Menurut pantauan Salah seorang jurnalis Gemantara News yang ada Dilokasi saat itu, salah seorang oknum kadus desa Meunasah Geudong berinisial ( T ) menjawab: Ia mengakui bahwa bahwa ia yang melakukan peri hal tersebut.

Pada saat yang tidak terduga pula ditengah musyawarah tersebut, salah seorang mukim yang dikenal dengan inisial ( A ) mengundang amarah warga dengan sebab menunjuk salah seorang warga dan menggunakan bahasa yang tidak pantas. Oleh karena itu untuk sementara waktu kericuhan pun terjadi untuk sementara waktu.

Untungnya, pada saat itu Babinsa dan Babinkantibmas dengan sigab menghentikan amarah warga. Hingga akhirnya masyarakat yang terpancing marahnya pun emosinya mereda, Namun dengan catatan bahwa mukim tersebut harus turun dari musyawarah tersebut.

Selain itu salah seorang warga berinisial ( A ) juga mengatakan bahwa ia menerima BLT sebanyak satu juta selama enam bulan. Padahal jumlah pembagian perbulannya Tiga ratus ribu, disamping itu menurut hasil rekaman suara yang kami terima uang yang delapan ratusnya lagi diambil oleh oknum perangkat.

Salah seorang warga yang dikenal dengan sebutan Ucil mengatakan dihadapan awak media Gemantara News bahwa ia merasa kecewa dengan perangkat didesanya.

“Mengapa mereka tega memperlakukan masyarakat seperti ini, memakan hak yg mestinya di berikan kepada masyarakat. jangankan untuk melihat atau memperdulikan keadaan sulitnya ekonomi saat ini, ia malah mengambil keuntungan dan membohongi masyarakatnya yang sedang kesusahan, Ungkapnya.

“Saya juga berharap agar semua masyarakat yang memiliki dua atau tiga KK dalam satu rumah mendapatkan BLT. Walaupun dalam pembicaraan tadi Pendamping Desa dari telah menyampaikan, bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh pihak aparatur desa merupakan hasil musyawarah dari para petinggi desa. Namun mengapa masyarakat tidak diberitahukan akan dasar Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) ini. Bukankah segala sesuatu keputusan yang diambil harus terlebih dahulu diberitahukan kepada masyarakat, dengan demikian tidak akan ada persoalan keributan seperti ini,”Tambahnya.

“Sekarang kami hanya menunggu seperti yang diucapkan oleh bapak Babinsa tadi. Semua permasalahan ini akan diperoses secara hukum dan tegas, jika terbukti mereka memang berbuat curang. Maka kami warga desa Meunasah Geudong menghargai itu, kami juga berharap agar semua permasalahan ini diperoses secara hukum agar menjadi contoh bagi yang lain, tutupnya.
(Helmi)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top