JERITAN PEDAGANG KECIL DI PEDESAAN TERJERAT PINJOL DAMPAK DARI PSBB DAN PPKM

JERITAN PEDAGANG KECIL DI PEDESAAN TERJERAT PINJOL DAMPAK DARI PSBB DAN PPKM

Ekonomi 0 Comment 26

KAB.BANDUNG, Gemantara News

Tak sengaja saya yang merupakan seorang (jurnalis) singgah pada salah satu bilik pedagang kaki lima di pinggir jalan kawasan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Pedagang yang tak ingin disebutkan namanya secara spontan mengeluhkan akan kondisi usaha dan penghasilanya pada saat ini. Kamis, (22/07/21).

Adanya pandemic covid-19 pada saat ini sangatlah berpengaruh terhadap semua sektor masyarakat baik perekonomian, agama, budaya, pendidikan bahkan berpengaruh pada tingkat kematianya manusianya.

Saya merasa iba takkala mendengar keluh kesah dari seorang pedagang kecil di pedalaman desa. Mereka menjerit tapi seakan tidak bersuara.Sekalipun wilayah yang mereka tempati tidak termasuk pada zona merah dan menerapkan PPKM, tetapi mereka tetap merasakan dampak yang sangat buruk.

Lebih lanjut dikatakan pedagang, dampak yang mereka rasakan adalah pada pendapatan yang mereka hasilkan, yang mengakibatkan mereka terpaksa melakukan tutup lobang-gali lobang untuk menyambung kehidupan dan modal usahanya.

Saat ini, mereka terjerat dalam lembah hitam dan terperosok dalam sumur yang dalam untuk menutupi hutang-hutang yang mereka miliki. Semakin hari semakin menumpuknya hutang piutang mereka pada pinjaman online (pinjol), yang akibatnya pedagang tersebut semakin kewalahan (stres) karena para penagih dari pinjol mengancamnya untuk menyebarkan biodata dirinya kepada seluruh kontak yg ada di buku telponya.

Akhirnya pedagang tersebut menggali lobang kembali dengan berhutang untuk menutupi keterlambatan hutang yang harus dibayarkannya. Pedagang berupaya meminta keringanan dari perusahan pinjol tersebut termasuk meminta solusi kepada OJK melalui pesan singkat email. Tetapi masih mengalami kebuntuan karena tidak ada solusi penengah yang baik.

Sehingga akhirnya pedagang tersebut berupaya untuk menjual lapak satu satunya yang ia miliki walaupun masih belum laku terjual untuk menutupi pinjaman online tersebut. Saat ini, ia tengah merasa kebingungan juga untuk mencari rezeki untuk menafkahi istri dan anak-anaknya.

Saya (penulis) sangatlah merasa iba mendengar banyaknya masyarakat yang mengeluhkan kondisi pada saat ini. Harapan saya dan masyarakat luas semoga wabah ini cepat berlalu dan segera menemukan solusi yang tepat bagi masyarakat Indonesia. (Ade Nurwolo)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top