GEUSYIK AMPEH MENGKLARIFIKASI TERKAIT BERITA YANG BEREDAR DI MEDIA

Berita Daerah 0 Comment 558

ACEH UTARA, Gemantara News

Beredarnya berita di media media online bahwa geusyik menuturkan perkataan tidak sesuai kepada masyarakatnya, kabiro Jurnalis Gemantara News Aceh Utara langsung mendatangi dan menanyakan perihal tersebut Jumat,29/01/2021

Saat dijumpai media Geusyik Gampong Ampeh M.Dahlan Mengatakan,” Saat ini kita serba salah menghadapi masyarakat Beberapa kali saya telah menjelaskan, bahwa mengenai pengurusan PKH kepala desa tidak memiliki wewenang untuk bertindak Sehingga saya juga menyeru mereka untuk menanyakan kepada pendamping kecamatan. Karna memang kepala desa tidak memiliki wewenang untuk hal tersebut.

Namun mereka masih terus saja menanyakan hal yang sama kepada saya, hingga akhirnya saya mengeluarkan kata-kata lelucon.Jika saya memiliki wewenang untuk melakukan hal tersebut saya akan mencantumkan nama keluarga saya terlebih dahulu,Walaupun saya tau hal tersebut tidak patut saya keluarkan karena saya seorang kepala desa.

Namun saya keluarkan kata kata tersebut untuk memberikan pemahaman terhadap ibu itu agar lebih paham memahami bahasa saya,bahwa geusyik memang tidak ada wewenang di situ,tuturnya.

Karena saya sendiri sudah berkata berulang kali maslaah PKH tersebut bukan wewenang Geusyik, karena kita ada bidang masing masing, jadi kalau masalah PKH itu urusannya sama kepala PKH,”imbuhnya.

Tentang berita yang tersebar seorang janda yang tidak dapat BLT Sebenar ia bukan seorang janda dia memiliki suami Mengenai ia tidak mendapat BLT itu bukanlah kemauan saya melainkan hasil rapat Tim covid 19 beserta muspika dan masyarakat.Hal tersebut mutlak keputusan masyarakat setelah semua terjadi saya yang disalahkan.

Terkait persoalan ibu tersebut tidak mendapatkan BLT itu dikarenakan beliau baru mengurus KK pada Agustus 2020 yang lalu, sedangkang rapat mengenai penerimaan BLT tersebut sudah kita laksanakan pada 19 Mei 2020, maka dari itu data beliau tidak ada didalam daftar penerima BLT, namun permasalahan tersebut saya juga yang disalahkan sedangkan perangkat desa yang lain tidak, kemudian untuk data tersebut juga bukan dari Geuchik melainkan dari Panitia Relawan Covid-19,”Ungkapnya.

Satu lagi mengenai hal yang beredar di sosmed saya menunjukkan KTA API saya pribadi meminta maaf karena telah menyalah gunakan KTA tersebut,Masalah diberitakan bahwasanya saya sudah dikeluarkan dari lembaga tersebut, tapi menurut saya itu tidak wajar karena saya tidak melakukan kesalaha apa apa dan juga sampai saat ini selembar surut pun belum dilayangkan kepada saya untuk menyatakan bahwa saya telah dikeluarkan dari lembaga tersebut. (Biro Acut)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top