BAPPEDA BIREUEN TINJAU LOKASI ( MONEV) PKBM PEUSANGAN RAYA

BAPPEDA BIREUEN TINJAU LOKASI ( MONEV) PKBM PEUSANGAN RAYA

Berita Daerah 0 Comment 50

BIREUEN, Gemantara News

Hadirnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Peusangan Raya di Kabupaten Bireuen dipandang penting dalam peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Masyarakat Kabupaten Bireuen. Karena dengan adanya Lembaga PKBM, bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah dan Wajar belajar 12 tahun.

“PKBM penting dalam rangka peningkat IPM, juga untuk menjaring mereka yang tidak melanjutkan sekolah. Agar mendapatkan Ijasah Paket A, B bagi SD, SMP dan paket C untuk setingkat SMA,” Jelas Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bireuen Bapak Razali,S.Sos dan Jajarannya Usai menijau lokasi (Monev) Ke PKBM Peusangan Raya di Kecamatan Peusangan, Pendidik dan tenaga kependidikan Non Formal di PKBM Peusangan Raya Desa Paya Cut Kecamatan Peusangan Kab. Bireuen, Senin ( 20/09/2021) .

Menurut Razali, S.Sos, pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah di Kabupaten Bireuen yang diarahkan untuk peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan yang berkualitas, berkarakter, bermoral dan berakhlak mulia.

Namun demikian, Pendidikan menghadapi tantangan berat di masa pandemi Covid-19 ini. Kualitas paket pembelajaran program AKSARA, Akselerasi Sekolah Masyarakat harus terus ditingkatkan, dengan proses belajar yang inovatif, tidak membosankan, dan tetap mengikuti prokes di saat masa pandemi ini, Lanjutnya.

Ia juga menambahkan, “Kita tetap optimis mampu mengatasi berbagai tantangan ini. Masa pandemi Covid-19 dapat kita jadikan momentum untuk mengoptimalkan peran semua Stakeholder Pendidikan di Bireuen, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkatkan Indeks Pendidikan.

IPM Bireuen tahun 2020 sebesar 72,28, meningkat dari tahun 2019 sebesar 72,27. Kita bersyukur meskipun di tengah pandemi, ekonomi menurun tetapi IPM tetap mengalami peningkatan walaupun persentasenya sangat kecil (0,01 %), Sebutnya.

Menurutnya, bagi masyarakat yang tidak bisa melanjutkan sekolah formal dan membutuhkan ijasah bisa mengikuti pendidikan Non Formal di PKBM. Disinggung minimnya sarana prasaran di lembaga PKBM, dirinya mengatakan Pemkab Bireuen akan mendorong kebutuhan sarana prasaran yang diperlukan dalam menunjang keberlangsungan kegiatan belajar berbasis masyarakat tentunya dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan Kabupaten Bireuen.

“Sesuai dengan harapan dan program Pemkab Bireuen dalam meningkatkan sarana prasarana pendidikan akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap lembaga PKBM. Melalui Bidang PAUD/ PNF Disdik Bireuen, akan mempasilitasi segala kebutuhan sarana prasarana yang disesuaikan dengan kemampuan Keuangan Daerah.” Pungkasnya

Hal senada juga ditakan Kepala Bidang Pendidikan PNF Kabupaten Bireuen Abdullah, S.Pd menurutnya, Penganggaran yang responsif sudah menjadi program sekaligus menjadi perhatian karena peran lembaga PKBM sangat mendorong Peningkatan IPM bidang pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Bireuen.

Oleh karenanya Kepala Bidang Paud/PNF Abdullah, S.Pd mengajak seluruh elemen untuk membangun peran serta dan kesesuaian gender tersebut agar tidak salah arah dan salah orang menempatkan peran dari setiap masyarakat sesuai dengan analisis peran secara gender sehingga semua pesan komunikasi dapat sampai sesuai tujuannya.

“Saya memiliki keyakinan program ini akan berhasil dan berkesinambungan karena SDM melalui PKBM yang semakin baik dan berkembang serta dibantu pemanfaatan teknologi yang ada.Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan baik dalam dan luar sekolah. Kita siapkan diri dalam hal pemasaran hasil kreasi kaum marjinal ini melalui pemanfaatan teknologi guna meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah kita ini.” Tegas nya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen Nurmadiah S.Pd, mengatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan non formal bertujuan untuk meningkatkan talisilaturahmi antar lembaga PKBM yang bertujuan guna mengkoordinasikan pelaksanaan program pendidikan berkelanjutan, khususnya bidang kesetaraan.

Meninjau lokasi (Monev) diisi dengan tema wawancara penyelenggara/Pengelola PKBM Peusangan Raya Kabupaten Bireuen Safwandi,S.Kom selaku pimpinan. Kegiatan tersebut.

“Dengan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Pendidikan Non Formal diharapkan semua PKBM bisa sejalan dalam menjalankan program pendidikan non formal untuk mendorong program pemerintah dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah dan Wajar belajar 12 tahun dan memfasilitasi anak putus sekolah.” Tutupnya. (
Safwandi)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top