ANGGARAN HAMPIR 1 M ROYEK PENINGKATAN JALAN CIBUNGUR – DANGDEUR DIDUGA ASAL JADI

ANGGARAN HAMPIR 1 M ROYEK PENINGKATAN JALAN CIBUNGUR – DANGDEUR DIDUGA ASAL JADI

Peristiwa 0 Comment 39

PURWAKARTA, Gemantara News

Proyek peningkatan ruas Jalan Cibungur- Dangdeur Kec. Bungursari Kab. Purwakarta dengan panjang 608 M, Lebar 4,50 M yang bersumber dari dana ABBD Kab. Purwakarta tahun anggaran 2021 yang tidak tertera di papan proyek, dengan nomor,18/KONTRAK/PPK.KPA-DPUBMP/VII2021.Tanggal 22 Juli 2021 Nilai Kontrak Rp,994,211,000,00 Waktu Pelaksanaan,120 Hari. dikerjakan oleh CV.TRI KARYA ABADI diduga asal jadi

Hasil investigasi Gemantara News dilapangan, sabtu (28/8/2021) dengan anggaran sebesar itu terlihat tidak sebanding dengan kwalitas pekerjaan, dimana hanya penambalan lobang, dan seharusnya ada pembuatan saluran air (Draenase) kiri dan kanan jalan, tetapi yang dikerjakan hanya satu sisi draenase saja dikahawatirkan dikala hujan deras tanah tersebut bisa berceceran dijalan karena gerusan air

Selanjutnya, dalam pekerjaan eksisting (subgread) tidak melalui tahapan pemadatan (dunsity test) langsung dilapis hotmix dikawatirkan tanah akan turun, serta ketebalan hotmix kurang dari 5 cm

Pelaksana CV. TRI KARYA ABADI Ari Rusadi (Haris), yang juga mencalonkan sebagai kepala desa cibungur ini, ketika hendak dikonvirmasi saat ditanya kepada para pekerja dilapangan mengatakan ” tidak ada namanya Haris disini ” ujar para pekerja yang lagi bekumpul dilokasi tersebut.

Dengan rasa penasaran awak media mempertanyakan lagi, lalu salah seorang diantaranya mengakui bahwasanya dia adalah Haris. Terakhir diketahui orang yang mengaku Haris tersebut, ternyata bukan Haris melainkan David.

Hal ini sempat menimbulkan ketegangan antara awak media kepada yang mengaku bernama Haris tersebut, sedangkan Haris sebagai pelaksana CV. TRI KARYA ABADI dikalangan awak media dikenal angkuh dan sombong ini, sebelumnya ada diantara orang orang tersebut buru buru pergi meninggalkan lokasi.

Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan, ketika awak media melakukan pengecekan ketebalan hotmix serta mengambil poto, orang yang mengaku Haris tersebut seakan tidak terima “jangan hanya yang kurang 5 cm aja yang diambil potonya” ujarnya.

Indar sebagai Pengawas dari Dinas Bina Marga yang kebetulan ada dilapangan ketika diminta keteranganya mengenai hal pekerjaan tersebut, mengakui “memang hanya menutup lobang lobang saja dan setelah itu baru di hotmix” jelasnya.

Mengenai pembuatan saluran yang seharusnya dibuat kiri-kanan dikatakanya “seharusnya demikian tapi berhubung tanahnya tidak mendukung kita buat sebelah saja dengan kita tambahkan ukuran lebarnya yang seharusnya Lebar 40 Cm jadi kita tambahkan jadi 80 Cm dan kalau ada hal yang lain silahkan aja ke atasan saya” ujarnya.

Dalam hal ini seharusnya Dinas PUPR lebih jeli melihat kondisi lapangan, karena akan berdampak pada kualitas dan mutu pekerjaan sebab diduga sarat dengan unsur KKN dan dikahawatirkan tidak akan bertahan lama.(korwil 2)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top