ALAT UJI KIR KOTA BANJAR RUSAK TAPI MASIH MEMBUKA PELAYANAN UJI BERKALA

ALAT UJI KIR KOTA BANJAR RUSAK TAPI MASIH MEMBUKA PELAYANAN UJI BERKALA

Pemerintahan Daerah 0 Comment 1

KOTA BANJAR, Gemantara News

Apa itu Uji Kir..? bahasa dari Belanda yang disebut KEUR, yang kini dikenal oleh masyarakat adalah KIR.

Uji Kir, Menurut Peraturan Menteri No. 19 tahun 2021 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, KIR mobil adalah serangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan guna memastikan jika kendaraan yang beroperasi di jalan sudah sesuai dengan persyaratam, aman, serta layak berkendara di jalan.

Pelaksanaan uji kir dilakukan setiap enam bulan sekali. Semua kendaraan yang fungsinya untuk mengangkut penumpang, barang, dan plat kuning atau hitam wajib melakukan uji kir.

Namun untuk mendukung pelaksanaan uji kir, maka dibutuhkan peralatan uji yang mumpuni dan mengikuti teknologi terkini. Setiap gedung pengujian kendaraan bermotor harus memiliki alat uji yang sekurang-kurangnya 9 alat uji yang meliputi: alat uji emisi bensin, solar, kebisingan suara klakson/knalpot, kemampuan rem utama dan parkir, kincup roda depan, sinar lampu utama, alat penunjuk kecepatan, kedalaman alur ban dan alat tembus cahaya pada kaca.

Tim awak media menyambangi gedung pengujian kendaraan bermotor Kota Banjar, semula ingin bertemu bapak Kepala Dinas Ajat Sudrajat S.P.d.,MM namun beliau sedang ada rapat ucap petugas peneritamu.

Namun tim awak media Gemantara News “Apakah ada Bapak Ka UPT nya tanya wartawan Gemantara News” ada Pa ucapnya.

Tim awak media Gemantara News didampingi Bapak Adang Kurnia ST.MM selaku Ka UPT pengujian untuk melakukan kesiapan pengecekan uji kir di Dinas Perhubungan Kota Banjar.

Dari pintu masuk gedung pengujian terdapat alat uji emisi bensin dan solar berfungsi dengan baik dan pengecekan komponen kaki-kaki kendaraan. Dari seluruh pengecekan alat uji, ada beberapa temuan alat uji yang rusak seperti: Alat Uji Kincup Roda dan Alat Uji Kecepatan dan Bapak Adang Kurnia tidak menampik hasil temuan ini dan mengakui kalau memang alat tersebut dalam kondisi rusak.

Dan tim awak media juga mendapatkan temuan untuk pengujian kebisingan dan daya tembus cahaya pada kaca tidak dilakukan.

Ketika tim awak media menanyakan apakah alat uji tersebut ada.? Dengan sambil tergesa-gesa staf penguji mencari-cari alat tersebut dan akhirnya ditemukan.

Namun ini sangat disayangkan, kenapa alat tersebut disimpan.? padahal kita ketahui kedua alat tersebut adalah bagian yang harus dilakukan dalam pengujian berkala untuk menentukan kelaikan jalan. (red)

Bagikan Artikel ke :

Shares

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top