WORKSHOP & KLINIK HUKUM “NLG LAW FIRM DIDUKUNG GEMA NUSANTARA /GEMANTARANEWS” DENGAN MARAKNYA KASUS MAFIA PINJAMAN ONLINE

WORKSHOP & KLINIK HUKUM “NLG LAW FIRM DIDUKUNG GEMA NUSANTARA /GEMANTARANEWS” DENGAN MARAKNYA KASUS MAFIA PINJAMAN ONLINE

Hukum 0 Comment 98

JAKARTA, Gemantaranews

Pada Era Digital di zaman sekarang ini, masyarakat sangat dipermudah dengan segala fasilitas yang namanya layanan berbasis Teknologi lnovasi.
Semakin kian majunya Teknologi, hingga demi menjawab kebutuhan masyarakat, Seperti salah satunya yang berhubungan dalam hal pinjaman Uang di zaman kini juga sudah di fasilitasi dengan yang namanya pinjaman online.

Pinjaman online merupakan sarana cara meminjam uang yang lebih praktis, Baik dari segi birokrasi serta prosesnya yang tidak berbelit-belit, Jika dibandingkan dengan meminjam uang melalui cara konvensional.
Sebab masyarakat atau calon debitur cukup meng-Upload photo kartu tanda penduduk di salah satu aplikasi pinjaman online,
maka uang pun langsung bisa dicairkan kepada debitur.

Karena kemudahan dan
kepraktisan tersebut debitur makin tergiur untuk meminjam uang lebih dari satu aplikasi online.
Dibalik kemudahan dan kepraktisannya tersebut, Sisi lain pinjaman online juga bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi masyarakat, Kenapa “karena suku bunga yang di patok para
perusahaan pinjaman online cukup tinggi, sehingga masyarakat harus mengembalikan uang yang dipinjamnya melebihi dari pinjaman pokoknya yang bunganya mencapai 15% perhari dari pinjaman pokoknya”, yang notabenya satu perusahaan jasa pinjaman online hanya bisa mencairkan uang paling maksimal Rp.2,000,000,-.dengan tenor (jangka waktu) pinjaman hanya dua minggu.

Bayangkan jika para debitur tersebut meminjam lebih dari satu aplikasi online, bahkan mencapai 10 aplikasi online, tentunya hal ini juga memberatkan debitur untuk melakukan upaya pelunasan terhadap Utang dari perusahaan jasa pinjaman online.
Bahkan untuk melakukan penagihan kepada para debitur, kerap kali dari perusahaan jasa
pinjaman online melakukan hal-hal yang menyerang Psikis para debitur mereka, Misalnya dengan memakai jasa Deb collector, baik dilingkungan tempat tinggal, maupun dilingkungan tempat para debitur itu bekerja. Mereka dipermalukan dengan jumlah
Utang atau pinjaman yang mereka tanggung, bahkan data mereka yang seharusnya adalah privasi dari debitur tersebut juga turut disebarkan, melalui akun
medsos, seperti WA, bahkan terkadang mereka diancam jika tidak melakukan pembayaran beserta bunganya.

Harta benda mereka akan diambil paksa untuk melunasi Utang atas pinjamannya. Hal tersebut kerap kali membuat para debitur
mengalami depresi dan ada beberapa orang hingga mengakhiri hidupnya.
Regulasi memang sudah diatur secara gamblang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membendung maraknya perusahaan jasa pinjaman online dengan dikeluarkannya “Peraturan OJK Nomor. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi”. Namun fungsi pengawasan pemerintah
terutama OJK terhadap pinjaman online tidak semasif promosi Perusahaan Jasa Pinjaman Online kepada para debitur dan masyarakat, ditambah pula banyaknya perusahaan jasa pinjaman online yang tidak memiliki izin dan masih menjalankan praktik pinjaman online. Dirilis dari data yang dimiliki oleh OJK, ada sekitar kurang lebih 400 perusahaan jasa pinjaman online yang berbasis fintech (peer 2 peer landing) tidak diawasi dan tidak memiliki izin dari OJK.

Melihat kian menjamurnya para “mafia pinjaman online” tersebut. Salah satu firma
hukum di Jakarta yakni “Nasution Limahelu Gerianto (NLG) & Partners-LLP Law Firm Yang Didukung Gema Nusantara Bersama Media On-Line Dan Tabloidnya Gemantaranews”,
Tergerak untuk mengadakan sosialisasi terhadap kasus-kasus pinjaman online tersebut, Adapun sosilaisasi tersebut dalam bentuk Workshop dan Klinik Hukum yang
bertemakan “Mafia Pinjaman Online”. Yang disampaikan oleh Andrew Fritz Limahelu,S.H. Selaku Managing Partner dari NLG Law Firm dan Beliau juga merupakan Sekretaris Gema Nusantara dari Ekbang Kota Depok, Pada hari Jum’at 12 April 2019. Bertempat di Aula Kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan, Acara ini yang turut
dihadiri Tubagus Masruri S.sos. selaku Lurah Srengseng Sawah, ketua RW dan masyarakat dilingkungan Kelurahan Srengseng Sawah, acara ini disambut dengan penuh antusias oleh Warga dan mendapat apresiasi dari Lurah srengseng sawah tersebut.

Harapan Lurah Srengseng Sawah semoga program sosialisai ini dapat terus berkelanjutan baik dikelurahan Srengseng Sawah dan Kelurahan lainnya maupun di masyarakat luas.
Karena sosialisai ini sangat bermanfaat untuk mengatasi problematika mengenai masalah hukum, terutama menangani kasus pinjaman online tersebut.
Selain mengadakan sosialisasi, “NLG Law Firm yang didukung Gema Nusantara Bersama Gemantaranews Media On-Line Dan Tabloid”, Juga turut memberikan konsultasi hukum secara cuma-cuma (probono) bagi masyarakat Srengseng Sawah, banyak masyarakat yang berkonsultasi dan mengeluhkan mengenai permasalahannya dalam pinjaman online, melihat banyaknya masyarakat yang berkonsultasi, menurut Andrew
Fritz Limahelu, S.H. yang juga Sekretaris Gema Nusantara Ekbang Kota Depok tersebut, Kedepannya NLG Law Firm akan berkerja sama di setiap kelurahan terutama Kelurahan Srengseng Sawah untuk mendirikan Klinik Konsultasi Hukum Masyarakat (K2HM) agar hukum bisa ditegakan untuk seluruh golongan masyarakat. Kelurahan Srengseng Sawah sangat berterima kasih kepada NLG Law Firm Bersama Gema Nusantara dan Gemantaranews Media On-Line dan Tabloidnya dengan adanya acara tersebut. Dan itupun disambut baik pihak NLG Law Firm beserta Crew partner pendukung, Semoga Kelurahan Srengseng Sawah menjadi Kelurahan yang maju dan masyarakatnya menjadi masyarakat yang cakap hukum, tutupnya.(taufik)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top