UDAH TAHU KENA DIABETES PERAWAT NEKAT TANGANI PASIEN

UDAH TAHU KENA DIABETES PERAWAT NEKAT TANGANI PASIEN

Berita Daerah 0 Comment 45

BANYUWANGI, GemantaraNews

Diduga menjadi korban mal praktik, Poni, 50, warga Dusun Krajan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, kini harus kehilangan salah satu ibu jari kakinya. Sehingga, ibu rumah tangga tersebut hanya bisa duduk di kursi dan tidak bisa keluar dari rumah.

Hal tersebut terjadi setelah dirinya berobat kepada Hadari, salah satu perawat yang membuka praktik di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Bahkan tidak hanya itu saja, hilangnya ibu jari ibu Poni, membuat dirinya semakin menderita sakit. “Keinginan kami awalnya hanya ingin berubat atau periksa, namun oleh Hadari, katanya kuku jari kaki saya harus dibuang,” ucap Poni, pada Wartawan, dirumahnya.

Kata Poni, pengobatannya kepada Hadari, tersebut pada hari Jumat (3/7/2020) lalu. Pada saat itu, kuku jempol kakinya merasa sakit. Setelah kuku saya dicopot atau dibuang oleh Hadari, sakitnya bukan tambah sembuh, namun kaki saya semakin sakit hingga bengkak dan membiru,” terangnya.

Karena bengkak dan membiru, lanjut Poni, akhirnya pada hari Senin (6/7/2020) dirinya kembali kontrol kepada Hadari. Namun aneh, pada saat itu hanya jarak tiga hari Hadari baru menyarankan jika satu satunya jalan jarinya harus segera dilakukan pemotongan. Jika memang begitu kenapa tidak dari awal diberi rujukan kerumah sakit untuk dilakukan pemotongan,”keluhnya.

Salah satu keluarga, Sumadi mengaku sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan Hadari, kepada Poni.
Dan akibat tindakan tersebut kini kakaknya harus kehilangan ibu jarinya.
“Kami menduga ini adalah mal praktik,” cetusnya.

Sumadi menambahkan, seluruh perawat yang membuka praktik secara mandiri ini bisa bekerja sesuai tupoksinya masing-masing. Seperti perawat yang seharusnya hanya melakukan perawatan saja kepada pasien, dan tidak melakukan pembedahan ataupun bertindak seperti dokter spesialis.
“Semoga tidak ada korban ujicoba lagi,” harapnya.

Bahkan tidak hanya itu saja, masih Sumadi, yang kami sesalkan ketika pihak keluarga pasien meminta agar Hadari, datang kerumah untuk melihat kondisi kakaknya namun ia tidak datang. “Saat kita minta datang melihat kondisi pasien, Hadari, juga gak mau datang,” ungkapnya.

Sementara Hadari, saat dikomfirmasi dirumahnya mengatakan, bahwa sudah menganjurkan untuk periksa kerumah sakit, karena tetangga yang berobat maka niat saya menolong, tapi malah terjadi seperti ini kilahnya, Waktu awak media di minta datang ke rumah perawat , dia sudah mempersiapkan dengan pengurus persatuan perawat untuk menemui awak media (se akan akan minta perlindungan pada temen propesinya.) Dari tingkah laku serta mengundang temen sesama perawat keliatan akan kesalahan perawat ini. (Puji)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top