TRUK PENGANGKUT CRUDE PALM OIL CPO PT. HSJ DIDUGA TIDAK MENGINDAHKAN UNDANG UNDANG NO 22 TAHUN 2009

TRUK PENGANGKUT CRUDE PALM OIL CPO PT. HSJ DIDUGA TIDAK MENGINDAHKAN UNDANG UNDANG NO 22 TAHUN 2009

Hukum 0 Comment 122

LABUHANBATU, GemantaraNews

Truk pengankut Crude Palm Oil (CPO) atau disebut juga dengan minyak kelapa sawit PT. HSJ (Hari Sawit Jaya) diduga tidak mengindahkan Undang – Undang No. 22 Tahun 2009, terlihat sebagai bukti dilapangan diduga truk muatan yang kerap melintas melebihi overtonase atau melebihi muatan yang seharusnya, 21/02/2020.

Posisi jalan yang dipergunakan truk pengankut Crude Palm Oil (CPO) atau disebut juga dengan minyak kelapa sawit milik PT. HSJ (Hari Sawit Jaya) diduga pada status jalan kabupaten kelas III, yakni merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk dalam jalan nasional dan jalan provinsi.

Saat di konfirmasi Gemantaranews melalui via seluler dan WhatApps, tentang adanya dugaan truk pengankut Crude Palm Oil (CPO) atau disebut juga dengan minyak kelapa sawit milik PT. HSJ (Hari Sawit Jaya), 19/02/2020. Bpk G.A. Bangun selaku Humas di PT. HSJ belum bersedia memberikan komentar.

Berdasarkan hasil pantauan tim dilapangan, warga di seputaran jalan Simpang (Hari Sawit Jaya) HSJ di Dusun Sei Mambang Hilir II, Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara, resah akibat getaran berasal dari sejumlah truk yang bermuatan lebih dari kapasitas muatan saat melintas.

Kemudian, hal tersebut mengakibatkan jalan rusak, serta dinding rumah mengalami retak karrna diduga kuat akibat dari sumbu muatan truk pengakut Crude Palm Oil (CPO) atau disebut juga dengan minyak kelapa sawit melebihi sumbu kapasitas.

Adapun keluhan itu, dilontarkan oleh warga simpang HSJ, bernama Darwin Situmeang, Sianturi, Bpk. Pasaribu saat dikonfirmasi oleh tim Gemantaranews via seluler, truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) tersebut diduga kuat sebabkan jalan rusak, polusi udara dan kerap menimbulkan getaran sehingga akibatkan rumah retak, coba abang lihat sendiri aja buktinya dilapangan, tegasnya.

Kemudian, apa memang di perboleh kan ya bang, apabila truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO), atau disebut juga dengan minyak kelapa sawit membawa muatan melebihi 10 Ton melintas pada kelas jalan kabupaten??

Sementara, yang kami tahu posisi jalan yang kerap mereka lintasi ini adalah jalan kabupaten dan pada posisi kelas III, sehingga muatan sumbu diduga berpengaruh besar terhadap tekanan roda dari satu sumbu kendaraan terhadap jalan; sehingga beban tersebut selanjutnya didistribusikan ke fondasi jalan, bila daya dukung jalan tidak mampu menahan muatan sumbu maka jalan akan mudah rusak.

Ketua DPC LSM BARIS, dikenal cukup vokal terebih dalam hal menyuarakan hak masyarakat mengatakan, coba kita kembali lihat beberapa regulasi pemerintah yang secara mandatori memberikan mandat kepada perusahaan untuk melakukan aksi sosial dan lingkungan, tegas Ramces.

Antara lain; Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Undang – Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas, terlebih seharusnya patuh dan tunduk terhadap Undang – Undang No. 22 Tahun 2009, ucap Ketua Dpc LSM BARIS.

Tambahnya, bahkan tahun 2012 silam, pemerintah juga telah memberikan aturan baru berupa Peraturan Pemerintah No. 47 tertuang dalam Pasal 3 ayat 1 dan 2, tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Dengan adanya aturan bagi perusahaan ini maka secara tegas, pemerintah memberikan tugas secara mandatori kepada perusahaan swasta untuk melakukan tanggung jawab kepada sosial dan lingkungan sekitarnya.

TUAHTA SARAGIH, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu saat dikonfirmasi melalui via seluler mengatakan, PT. HSJ (hari sawit jaya) beralamat di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara, diduga tidak mengindahkan Undang- Undang no 22 tahun 2009 itu. Sebab diduga jalan yang di lintasi angkutan mereka itu adalah kelas III dan hanya bisa di lintasi mobil yang bermuatan 8 Ton. Terangnya.
(acs/ed.Yogi)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top