TIGA WARGA DIRUJUK KE PUSKESMAS SATUNYA KE RS IMBAS DARI SEMBURAN LUMPUR DI KAB.BLORA

TIGA WARGA DIRUJUK KE PUSKESMAS SATUNYA KE RS IMBAS DARI SEMBURAN LUMPUR DI KAB.BLORA

Peristiwa 0 Comment 28

BLORA JATENG, GemantaraNews

Semburan lumpur panas terjadi di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Randublatung, Desa Gabusan, Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis pagi (27/8/2020). Lumpur menyembur di Petak 141 RPH Padas BKPH Trembes tersebut bahkan getarannya terasa hingga radius 1.Km dan tinggi semburan lumpur tersebut mencapai belasan meter.

Marno merupakan korban dari lumpur tersebut, yang pada kejadian la sedang mengeluarkan ternak kerbau untuk digembalakan bersama ternak lainnya.
Marno menggiring kerbau untuk minum di Rawa dekat pusat letusan itu. Namun, Marno merasakan tanah bergetar dan terlihat pecahan yang ternyata mengeluarkan atau menyembur lumpur dari dalam tanah, Ia pun melihat sebagian kerbaunya terkubur lumpur tersebut dan ternak lainnya berhamburan.
Sampai dengan pukul 10.00 WIB pada hari yang sama dikabarkan masih ada puluhan ternak yang belum ditemukan, diduga terkubur material lumpur tersebut.

Yang menjadi korban semburan lumpur tersebut tidak hanya Marno saja, tiga orang lainnya yaitu, Sukimin, Kadis dan Warino yang juga melihat langsung menyemburnya lumpur itu.
kandang ternak mereka berada dibelakang dimana terjadi semburan lumpur tersebut yang jaraknya kurang dari 50 meter.
Mereka juga berlarian untuk menyelamatkan diri. Kemudian, dari lokasi semburan tersebut dikabarkan ada letusan susulan dengan durasi kurang dari 10 menit.

Diduga akibat terlalu banyak menghirup asap belerang dari semburan lumpur tersebut Marno, Kadis dan Sukimin harus dirujuk ke Puskesmas Doplang dan Warino dibawa ke RS Habibullah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Terkait semburan lumpur di Blora tersebut, Peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan MSc belum bisa memastikan secara terperinci jenis apa semburan yang terjadi itu, Namun Jan menjelaskan secara umum daerah Gabusan itu memanglah kawasan yang terletak di Zona Randublatung, di mana depresi geologis yang terjadi bercirikan mud volcano.

Daerah ini bisa jadi dipotong-potong oleh sejumlah sesar (purba) yang menjadi jalan untuk keluarnya semburan mud volcano tersebut. Adapun lumpur yang keluar dari semburan mud volcano itu sebagian besar terbentuk sebagai air panas yang telah dipanaskan jauh di bawah permukaan bumi, yang kemudian bercampur dengan endapan mineral di bawah tanah, sehingga menciptakan eksudat lumpur-lumpur.

Mud volcano dapat terjadi di dekat daerah-daerah yang mengandung minyak dan gas bumi. Sementara, area di sekitar Grobogan, Cepu dan Blora adalah daerah cekungan minyak. Suhu lumpur mud volcano ini dapat berkisar dari 100 derajat celcius atau 212 fahreinhet, hingga terkadang 2 derajat celcius atau 36 derajat fahreinhet, sehingga beberapa mud volcano masih bisa digunakan sebagai mandi lumpur.
(red.

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top