TERUNGKAP MASALAH GALIAN TANAH MERAH DI SUKATANI PURWAKARTA SETELAH KOMISI l DPRD PANGGIL 4 PENGUSAHA  TERNYATA ADA MALING TERIAK MALING

TERUNGKAP MASALAH GALIAN TANAH MERAH DI SUKATANI PURWAKARTA SETELAH KOMISI l DPRD PANGGIL 4 PENGUSAHA TERNYATA ADA MALING TERIAK MALING

Berita Daerah 0 Comment 453

PURWAKARTA, GemantaraNews

Beroperasinya kembali Galian tanah merah di Kecamatan Sukatani, Setelah resmi ditutup Oleh Satpol PP dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat (11/06/2020) diduga ada kong kalikong antara Oknum Pejabat kepada Pihak Mandala. Sekalipun itu telah disegel oleh Satpol PP dan ESDM Provinsi terbukti masih saja berani beroperasi dan membuka segel atau Garis Polisi.

Hal itu terlihat adanya ratusan kenderaan besar dan puluhan alat berat yang terlihat lalu lalang di sepanjang jalan Sukatani.
Terkait hal tersebut, Komisi I DPRD Kabupaten Purwakarta Memanggil 4 Pengusaha galian tanah merah yang diduga tidak memiliki izin tersebut. Dalam rapat Koordinasi Rabu (17/06/2020) yang dipimpin oleh Ketua Komisi l Hj.Ina Herlina, Wakil Ketua Komisi l Ceceng Abdul Qodir.S, dan dihadiri Agsu Cabin dari ESDM Provinsi, Iwan Suroto Kadis Perhubungan, Ferry H Kabid Perhubungan, Aulia Kasat PP, Hariman Sekdis.LH, Mukti Kabid LH serta Camat dan Kepala Desa Sukajaya dan Sukatani.

Dalam rapat yang dihadiri awak media Gemantara News tersebut, Saat Ketua Komisi l Hj.Nina Herlina mempertanyakan mangenai izin serta kepemilikan tanah kepada Pihak Pelangi, Hendry R.Pally selalu membantah dan tidak terbuka dalam hal memberikan keterangan mengenai kegiatan galian tanah merah yang dialihkan “Saat itu yang mengelola Sitorus” ujar Hendry.

Ketika kembali Komisi I mempertanyakan mengenai legalitas PT.Pelangi baru saja mempunyai Ukl/Upl karena hanya mengatakan Catervil, akan buat kawasan Industri, yang sudah dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup, kata Hendry kembali mengatakan, tanah tersebut buat kegiatan Nasional yang sudah bekerja sama dengan WASKITA.
Menanggapi hal tersebut Komisi I manjelaskan, Kalau Program Pemerintah harus sesuai dengan Prosedur “Karena sudah jelas aturanya”, ujar Komisi l.

Menyikapi galian tanah merah yang Ada di Desa Sukajaya dan Desa Sukatani menurut sejumlah Tokoh Masyarakat dan mantan Kepala Desa mengenai Tanah Mandala mengatakan, Tidak ada Tanah Mandala di dua Desa tersebut hal itu dapat di cek di BPN kebenaranya.
Kalau PT.Mandala memiliki tanah di dua Desa tersebut, Bawa buktinya ke Desa dan BPN jika hal tersebut tidak terdapat, Pihak Jajaran Polres secepatnya harus menangkap para penipu dan perusak lingkungan, ujar salah seorang Tokoh Masyarakat.

Mengenai hasil rapat Koordinasi Komisi I dan para Pengusaha membuat suatu keputusan seluruh kegiatan galian di Kecamatan Sukatani ditutup sebelum mengurus perizinannya.(robin)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top