TEMUAN BPK KERUGIAN NEGARA MENCAPAI RP.1,8 MILIAR PADA SEJUMLAH PROYEK PEMBANGUNAN DI GARUT

Berita Daerah 0 Comment 27

GARUT, Gemantaranews

Hasil pemeriksaan berkas sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Garut-Jawa Barat baik fisik ataupun lapangan, pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, bahwa telah menemukan kerugian negara sebesar Rp.1,8 miliar pada tahun 2018. Tahun 2018 BPK mencatat Rp.1,8 Miliar terhadap kerugian negara tersebut, ditemukan temuan dari beberapa Dinas, Sebanyak 30 proyek,” menurut Rudy Gunawan (Bupati Garut) kepada wartawan di Garut, Senin 10 Juni 2019.

Hasil pemeriksaan BPK Seluruh proyek pembangunan di Kabupaten Garut-Jawa Barat tahun anggaran 2018 telah dilakukan. Dan hasilnya terdapat beberapa kerugian negara yang secara aturan harus dikembalikan kepada Kas Negara, kata Rudy.
Beliau mengatakan salah satu kerugian uang Negara yang harus dikembalikan yaitu proyek pembangunan Pasar Leles yang tidak dituntaskan oleh pihak pemborongnya. Sehingga pihak pemborong harus mengembalikan uang proyek tersebut.
“Kerugian Negara Uang Besar ltu Salah Satunya Pembangunan Pasar Leles”, menurut Rudy.

Hasil kajian dari BPK, beliau mengungkapkan dari nilai proyek Rp.26 miliar ada dana yang harus dikembalikan kepada Kas Negara sebesar Rp.670 juta berikut dengan denda yang harus diganti oleh pihak pemborong sebesar Rp.800 juta lebih. “Kerugian Negara Rp.670 juta lebih berikut denda-denda jadi ada sekitar Rp.800 juta,” tutur Rudy.
Rudy juga menyampaikan, uang Negara itu harus dikembalikan dalam jangka waktu 60 hari (sesuai aturan), jika tidak dikembalikan dalam batas waktu tertentu maka pihak pelaksana dalam proyek tersebut akan di ajukan kemuka hukum (hukum pidana)”. Apabila dalam 60 hari tidak membayarkannya, maka bisa dipidana,” ujar Rudy.

Beliau (Rudy) mengaku kecewa dengan pembangunan proyek pasar dan sejumlah proyek lainnya di Kabupaten Garut tersebut, Seperti hal’nya pada seluruh pembangunan Puskesmas semuanya gak benar “Seratus Persen Semuanya Gagal”, cetus Rudy. Penilaian tidak benar tersebut beliau ungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan dilapangan, kondisi bangunan Puskesmas tidak sesuai dengan harapan seperti kualitas pintu yang buruk.” Masa Pintunya Saja Pakai Papan, Saya Ke Pameungpeuk saya Keliling, Hampir Semua Puskesmas Tidak Benar Dalam Pengerjaannya”.

lni akan menjadi kajian bagi Pemkab Garut agar ke depan dalam penggunaan anggaran harus berjalan sesuai ketentuan.
Melihat dari buruknya hasil seluruh pembangunan proyek seperti salah satunya pada Puskesmas.
Bupati menyesalkan buruknya proyek pembangunan di Kabupaten Garut, Dampaknya rencana pembangunan menjadi terlambat tidak secepatnya bisa dirasakan masyarakat,
Tidak tahu kenapa kinerjanya pada menurun, ketus Rudy.
(den/mat/pen/biro garut)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top