TANGGUL SUNGAI KRUENG PASE DI ACEH UTARA MENJADI ANCAMAN BANJIR DI MUSIM PENGHUJAN

TANGGUL SUNGAI KRUENG PASE DI ACEH UTARA MENJADI ANCAMAN BANJIR DI MUSIM PENGHUJAN

Berita Daerah 0 Comment 20

LHOKSUKON, GemantaraNews

Warga yang tinggal di sekitar pinggiran sungai Krueng Pase Desa Tanjung Awe mengaku khawatir dan ketakutan. Pasalnya, jika banjir musiman yang biasanya melanda desa mereka pada November atau Desember, maka akan mengancam rumah dan harta benda warga tersapu banjir luapan sungai tersebut.Tanggul Sungai Krueng Pase yang berada Desa Tanjung Awe Kecamatan Samudera Aceh Utara kembali longsor. Padahal, tanggul sepanjang lebih kurang tiga ratus meter itu baru saja dibangun sekitar 5 bulan lalu melalui program tanggap darurat abrasi Sungai Krueng Pase.

Afifuddin Selaku Kepala Desa (Keuchiek) Tanjung Awe, mengatakan pembangunan tanggul abrasi sungai secara tanggap darurat memang sudah dibangun sekitar 5 bulan yang lalu oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait. Namun, kata dia, tanggul itu tidak bertahan lama dan sudah longsor.

Afifuddin mewakili warga setampat sangat berterima kasih kepada Pemerintah Aceh Utara yang telah membangun tanggul darurat sepanjang lebih kurang tiga ratus meter beberapa waktu lalu. Namun saat ini, dia berharap Pemkab Utara dapat memperbaiki tanggul yang telah longsor tersebut.

“Kami atas nama masyarakat Desa Tanjong Awe sangat bermohon dan mengharapkan perbaikan secepatnya kembali, karena mengingat desa kami sangat rawan diterjang banjir musimam ketika curah hujan meningkat selama musim hujan tiba. Jika itu tidak segera ditangani, maka ribuan jiwa akan mengalami kerugian besar akibat dampak terjangan banjir seperti tahun-tahun sebelum nya”, ungkap Afifuddin.

Sementara itu, Kepala sesi (KASI) Sungai dan Waduk Dinas Pengairan Aceh Utara, Fahmi, ST menjelaskan terkait persoalan tanggul Sungai Krueng Pase untuk antisipasi banjir yang terdapat beberapa kerusakan, di awal tahun 2018 sudah ditangani tanggap darurat oleh Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Aceh Utara.

“Namun pada tahun 2019 ini, kami sudah mengalokasikan dana untuk tiga buah titik untuk tahap penanggulangan yaitu Tanjung Mesjid, Tanjung Rengkam Dan Madan. Ini masih dalam tahap pelaksanaan, cuma terkendala terhentinya sementara pekerjaan di lapangan karena material untuk pembangunan tanggul tersebut belum bisa diambil,” jelasnya.

Menanggapi harapan masyarakat Desa Tanjong Awe yang meminta meluruskan aliran air sungai dengan membentuk sarung gunting, Fahmi mengatakan upaya tersebut belum bisa dilakukan. “Hal itu karena masih harus melihat kondisi sungai dan butuh biaya besar untuk memperbaikinya. Namun upaya itu akan dipelajari secara bersama-sama antara Pemkab Aceh Utara dan pemerintah provinsi”, jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan tanggul abrasi sungai yang longsor atau ambruk Di Desa Tanjong Awe, kata Fakmi, Dinas Pengairan Aceh Utara akan memperbaiki kembali dalam tahun ini. (Sayful Tanlus)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top