SUNGAI PERCUT TERCEMAR DAN KAPOLSEK SE TUAN MEMINTA AGAR BANGKAI BABI DIKUBUR

SUNGAI PERCUT TERCEMAR DAN KAPOLSEK SE TUAN MEMINTA AGAR BANGKAI BABI DIKUBUR

Berita Daerah 0 Comment 56

LABUHANBATU, GemantaraNews

Polsek Percut Sei Tuan bergerak cepat untuk memantau dan mencegah pembuangan bangkai babi ke Sungai Percut Bagan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Hari selasa (12/11/2019) Tadi pagi. 

Sungai tersebut dijadikan lokasi pembuangan bangkai babi yang mati akibat terserang wabah hog cholera.

Saya mengimbau agar warga masyarakat yang memiliki ternak babi yang mati agar dikubur dalam tanah dan jangan dibuang ke sungai, Tandasnya.

Karena dapat mencemari sungai dan dapat menimbulkan penyakit baik bagi manusia maupun ekosistem sungai, ” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo sik  kepada wartawan. 

Aris mengatakan pelaku pembuangan bangkai babi ini termasuk pelaku tindak pidana pencemaran lingkungan hidup, yang bisa terkena sanksi pidana.

Saya berharap adanya kesadaran masing – masing dalam menjaga kebersihan sungai agar dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk warga masyarakat.

Selam ini air sungai tersebut bisa digunakan warga untuk mencuci dan mandi namun akibat pencemaran tersebut sehingga kini tak lagi dapat dipergunakan,” ya kami menghimbau agar tidak seenak hatinya membuang bangkai babi yang terkena virus dan mematikan tersebut, “paparnya.

Terlebih diduga lokasi ternak babi yang ada di kawasan Perumnas Mandala dan sekitarnya itu akan selalu dilakukan pengawasan oleh personel Polsek Percut Sei Tuan.

Kalau ada ternak babinya tiba – tiba mati bisa agar lakukan kordinasi dengan pihak lingkungan setempat dan kepala dusun untuk menyediakan lokasi tempat menguburkan babi yang mati tersebut, ” kata kapolsek percut se tuan kompol Aris Wibowo Sik.

(sum. H sirait/ed. Agus ch.biro sumut)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top