SIMPANG SIUR “BERITA HOAX OTT SMAN 1 CIKAMPEK KARAWANG SABER PUNGLI JAWA BARAT SITA UANG RATUSAN JUTA RUPIAH

SIMPANG SIUR “BERITA HOAX OTT SMAN 1 CIKAMPEK KARAWANG SABER PUNGLI JAWA BARAT SITA UANG RATUSAN JUTA RUPIAH

Berita Daerah 0 Comment 104

KARAWANG, GemantaraNews

Pemberitaan tentang OTT di SMAN 1 Cikampek Karawang, Saber Pungli Jawa Barat sita uang ratusan juta rupiah, hal dilakukan ada dugaan pungutan uang bangunan sebesar 4 juta rupiah per siswa. OTT dilakukan Tim Saber Pungli Jabar pada Kamis (10/09/2020) kemarin. Informasi yang dihimpun, tim mengamankan barang bukti senilai lebih dari Rp.100 juta rupiah, berita oleh Jurnalis Media Online Nasional Detik News Com. (Kutipan berita Media Online Nasional, 11/09/2020).

Menurut Kepala SMAN 1 Cikampek Drs.Agus Setiawan, “gak ada yang OTT di SMAN 1 Cikampek”, hoax itu berita yang benar kita hanya diminta klarifikasi saja oleh Satgas Saber Pungli. Menurut Agus bahwa pemberitaan itu dipastikan bohong belaka(hoax) tegasnya. Karena merasa dicemarkan oleh berita media online nasional tersebut, Agus berencana akan melaporkan pihak-pihak yang telah membuat lembaganya tercemar kepada pihak kepolisian. Kami kemungkinan akan membuka Laporan Polisi terkait berita bohong tersebut, ucapnya.(kutipan berita Hallonusantara.com.Karawang (11/09/2020).

Bila mengacu PERMENDIKBUD No.75 tahun 2016 bahwa Komite, Paguyuban, tidak melakukan pungutan pada orangtua siswa jika dalam rapat Komite/Paguyuban sekolah memutuskan bahwa dalam satu tahun, satu bulan, jumlah uang di tentukan termasuk pungutan liar dan dapat dipidana.

Menurut OMBUDSMAN; Sumbangan itu sukarela tidak dipaksakan, tidak dicatat, dan ditagihkan, apalagi ketika siswa yang tidak bayar kemudian diberikan sangsi, tidak ada konsekuensi apapun dengan sumbangan terhadap siswa yang berkaitan dengan belajar mengajar. Ketika ini di langgar termasuk Pungli dan dapat di pidana. Wajib di hentikan pungli dengan modus Komite dan Paguyuban sekolah. Kepala sekolah maupun pengurus Komite/Paguyuban ada mekanisme sesuai regulasinya. Komite sekolah hanya bisa mengumpulkan dana dengan sumbangan sukarela bukan paksaan atau menyeragamkan jumlah sumbangan. Dan termasuk pihak sekolah dilarang menerima sumbangan dari perusahaan rokok dan persahaan minuman keras.

Pengamatan Gemantara membangun untuk mencerdaskan; Bila benar tidak ada OTT sesuai pemberitaan tanpa konfirmasi itu salah sesuai UU PERS No. 40 Tahun 1999, tapi bila dominan benar dipungut biaya 4 juta rupiah per siswa untuk pembangunan sekolah itu juga bisa di pidana bila mengacu PERMENDIKBUD no.75 tahun 2016 dan Peraturan OMBUDSMAN Republik Indonesia.

Tapi bila kita amati saat ini di tingkat SD, SMP, SMA, SMK di Kabupaten Karawang pihak-pihak sekolah berlindung dibalik Komite/Paguyuban, musyawarah dan mupakat untuk meminta sumbangan pembangunan sekolah hanya berdasarkan kata” Mupakat dan Musyawarah” seolah-olah pihak sekolah, Komite, Paguyuban, tidak ada aturan mekanismenya demi kepentingan untuk melepas tanggung jawab resiko dan jeratan hukum dikemudian hari.

“SEBENARNYA TIDAK DILARANG PIHAK SEKOLAH MEMINTA SUMBANGAN PADA ORANGTUA SISWA ASAL SESUAI DENGAN MEKANISMENYA”

Bila berbicara tentang sumbangan dari orangtua siswa/masyarakat seharusnya bervariasi; Ada siswa yang gratis bagi tidak mampu, Ada yang beri sumbangan 10 ribu, 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu, 500 ribu, 1 juta, 2 juta, 3 juta, 4 juta, baru ini benar disebut sumbangan.

Tapi bila dominan rata-rata dipungut 4 juta per siswa ini jelas pungutan liar. Secara logika perekonomian para orangtua tua siswa secara umum dapat dipastikan tidak sama.

Keberadaan peran serta Saber Pungli wajib benar-benar mengawasi, menindak, bila melanggar aturan yang ada. Saber Pungli harus profesional memberikan pencerahan tanpa berpihak melakukan pengawasan. Saber Pungli harus ada dimana-mana bila perlu harus menggandeng mitra-mitra sejatinya yang bisa disa dipercaya untuk bantu tugasnya dilapangan, karena melihat luas wilayah yang wajib diawasinya.

Kata kunci; musyawarah dan mupakat tidak berlaku dalam hal minta sumbangan bila sumbangan itu tidak bervariasi. (Biro Karawang)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top