SENJA DI SISA KEHIDUPAN SOSOK MAK IKOH BERSAMA CUCUNYA YANG SEBATANGKARA

Berita Daerah 0 Comment 33

CIANJUR, Gemantaranews
Kehidupan merupakan sebuah teka-teki, juga merupakan sebuah perjuangan yang tidak akan berhenti hingga tapal batas atau waktu yang akan memisahkan nyawa manusia itu meninggalkan raganya.

Seperti hal’nya yang di alami seorang janda tua yang terus berjuang sendiri tanpa ada penopang hidup ataupun bantuan dari anaknya atau sanak keluarganya dalam mengisi ruang dan waktu menjelang senja pada kehidupannya tersebut.

Adalah Mak Ikoh sosok seorang janda tua berusia 66 tahun beliau hidup hanya berdua dengan seorang cucunya bernama Siti.
Dalam keseharian demi menopang untuk kebutuhan hidupnya mak Ikoh dengan tubuh yang sudah tua rentanya berjualan mainan kesetiap sekolah-sekolah yang berada di Wilayah Cianjur, penghasilan dari berjualan mainan tersebut juga selalu tidak menentu terkadang dapat lebih, namun tidak jarang mendapat hasil yang hampa.
Namun mak lkoh setiap harinya harus bisa mengeluarkan Rp. 20.000 demi untuk biaya ongkos sekolah (siti) sang cucu satu-satunya yang hidup bersamanya, juga untuk kebutuhan sehari-harinya.

Saat ini ma Ikoh sudah hampir 3 minggu terbaring sakit hingga tidak bisa berjualan yang berimbas juga terhadap siti cucu satu-satunya tersebut.

Siti cucu satu-satunya itu saat ini duduk di bangku SMA kelas 10 di Ciranjang, ketika ma Ikoh jatuh sakit Sitipun tidak bisa pergi sekolah karena tidak mempunyai ongkos.
Iapun mengurusi neneknya yang sedang sakit, hingga Siti membuat keputusan sendiri berhenti sekolah, padahal Siti adalah siswi yang berprestasi di sekolahnya
Nenek dan cucunya tersebut saat ini untuk makan saja hanya mengandalkan uluran tangan pemberian serta belas kasihan dari tetangganya .

Selain itu juga nenek dan cucunya ini juga tidak memiliki tempat tinggal, mereka sekarang ini hanya menempati rumah milik orang lain yang di tinggalkan pemiliknya yang jauh dari kata layak, apalagi dari segi kesehatan.
Sungguh lronis, di saat Pemerintah Negeri ini menggaungkan berbagai Program andalannya, dari mulai Program – KlP, KIS,PKH, RASKIN, RUTILAHU dan lain sebagainya.
Bahkan tertera jelas didalam Undang- Undang Dasar’45 di Negara ini, pada pasal 34 ayat 1 yang menyebutkan,
“Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara”.
Ternyata masih terdapat sosok seperti mak lkoh ini atau mungkin masih banyak seperti mak lkoh- mak lkoh lainnya yang entah luput dari perhatian dari pemangku jabatan atau sengaja PADULI TEUING (tidak peduli) terhadap apa yang terjadi pada sekitar wilayah pemerintahannya tersebut.
Mengenai akan hal tersebut, ini adalah merupakan PR Besar bagi Pemerintah serta pemangku jabatan yang ada terutama yang berada di wilayah tersebut seperti hal’nya Desa dan Kecamatan, tidak terkecuali yang berada di tingkat paling dasar sekalipun yaitu, RT dan RW.

(cjr.akt.Idp/dan/tamma)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top