SEMPAT TERTAHAN DI RSUD CIBINONG, KETUA DPRD TURUN TANGAN

SEMPAT TERTAHAN DI RSUD CIBINONG, KETUA DPRD TURUN TANGAN

Peristiwa 0 Comment 70

KAB. BOGOR, GemantaraNews

Tersiar kabar di salah satu media online bahwa ada salah satu pasien bernama Ariska Putri Dewi (23) dengan suami bernama mualif, warga Ciriung Mekar, Kecamatan Cibinong melahirkan melalui proses cesar di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor. Pasien ini sempat tertahan tidak bisa pulang karena tidak punya biaya untuk membayar tagihan selama dirawat di RSUD Cibinong.

Akhirnya pada Senin siang, 2 Desember 2019, Ibu Ariska dan keluarga bisa tersenyum bahagia karena sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Cibinong tanpa membayar sepeser pun biaya alias gratis.

Ketika di konfirmasi awak media melalui whatsapp, Wahyu (Direktur RSUD Cibinong), membenarkan dan menjelaskan terkait kronologisnya, “bahwa pasien tersebut awal masuk RSUD menyatakan pasien tunai, lalu setelah 3 hari pasien ternyata punya BPJS tapi sudah menunggak pembayaran sekitar 3 juta an, kalau dari awal pasien menyatakan punya BPJS mungkin persoalannya lain,” ungkapnya.

Dan pasien juga bukan pula ditahan, sekarang pasien sudah pulang tanpa harus bayar sepeserpun alias gratis”. Tutup Wahyu.

Ariska dan bayinya tadinya belum boleh meninggalkan RSUD Cibinong karena ada tagihan selama proses operasi Caesar sebesar Rp.12jt yang harus dilunasi, tapi karena keterbatasan kondisi keuangan mereka hanya bisa pasrah.

Ketika melihat berita miris ini, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto segera bereaksi dengan segera menghubungi Dirut RSUD Cibinong dan siap untuk menanggung segala biaya yang menjadi tanggungan keluarga ini.
Dihubungi melalui pesan singkat, Rudy mengamini permasalahan ini, “ia betul ada case di RSUD Cibinong, karena pasien tidak sanggup melunasi biaya rawat di sana, saya tergerak hati untuk mencoba membantu sesuai kemampuan saya dan alhamdulillah Dirut RSUD Cibinong kooperatif dan segera memulangkan pasien tersebut, mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah buat kita semua.”

Admin SURGA BOGOR, Susilo Utomo yang selama ini concern menjaring aspirasi di komunitasnya terkait layanan RSUD Kabupaten Bogor juga buka suara saat dihubungi melalui telepon, “Lagi-lagi ini menjadi dilema ditengah masyarakat, ketika kondisi hari ini yang faktanya masyarakat mengalami penurunan daya beli, ditambah biaya RS yang sangat mahal tentu menjadi sebuah ironi bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah, jangankan untuk bayar iuran BPJS, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja sudah sulit”. Ungkap Susilo.

“Tetapi, seyogyanya juga, RSUD yang dibangun dan ditopang operasionalnya dari APBD Kabupaten Bogor harus bijak dalam menangani pasien dan tidak pilah pilih dengan dasar kemanusiaan, sehingga masyarakat tidak trauma dengan tidak maksimalnya layanan RSUD di Kabupaten Bogor. Karena saya yakin, tidak ada manusia yang mau sakit dan masuk Rumah Sakit, tapi ketika itu terjadi harus disikapi dengan bijak oleh Pemerintah selaku penyelenggara Pemerintahan yang mendapat amanah dari Rakyat”. Tukas Susilo mewakili aspirasi komunitas SURGA BOGOR.

Terima Kasih pa Rudy Susmanto, Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang sudah sangat peduli dengan keadaan masyarakatnya, semoga kedepan dengan kekuatannya beliau bisa merubah dan mengawasi dengan baik jalannya Pemerintahan agar kebermanfaatannya bisa maksimal dirasakan oleh masyarakat.(IS/ST)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top