SAAT MELIPUT DI PROYEK KA RANTAU PRAPAT – KOTA PINANG DIDUGA WARTAWAN MENDAPAT INTIMIDASI DARI BERBADAN TEGAP KEPALA BOTAK DAN SUARA KUAT

SAAT MELIPUT DI PROYEK KA RANTAU PRAPAT – KOTA PINANG DIDUGA WARTAWAN MENDAPAT INTIMIDASI DARI BERBADAN TEGAP KEPALA BOTAK DAN SUARA KUAT

Kriminal 0 Comment 45

LABUHANBATU, GemantaraNews

Joni Sianipar (57) wartawan Labuhan batu diduga keras mendapat intimidasi dari salah seorang berbadan tegap kepala botak dan bersuara kuat disaat meliput di lokasi proyek pembangunan penimbunan jalur kereta api RPK 2 di kandang ayam.

Joni Sianipar datang kepada media menceritakan nasib dirinya Minggu,(17/11/2019 ) melakukan peliputan disalah satu Proyek Strategis Nasional pembuatan Jalur Rel Kereta Api Rantau Prapat Kotapinang ( RPK ) dimana proyek ini dikerjakan oleh PT.IPA (istana putra agung).

Ia bercerita (red-wartawan)Awalnya saya mendapat informasi keluhan Masyarakat sekitar pekerjaan Proyek strategis Nasional Jalur Rel Kereta Api bahwa jalan yang dilintasi Masyarakat menjadi becek dan berlumpur akibat kenderaan Mobil Dump Truk roda 10 interculer yang melintas mengangkat tanah kejalur proyek Rel Kreta Api tidak ditutup dan tanahnya berjatuhan ke Jalan,kata Joni s.

Menindaklanjuti informasi masyarakat, Joni Sianipar memantau kejadian tersebut ke jalan yang disebut becek dan berlumpur dan meninjau langsung ke titik Jalur Pekerjaan kreta Api dimana tanah tanah itu diturunkan.

Saat Joni Sianipar ingin menyampaikan keluhan masyarakat setelah dilapangan Rel Kereta Api, spontan mendapatkan Intimidasi. Bentuk Intimidasi yang dilakukan Oknum premanisme tersebut melarang, mengusir dan sambil memainkan tanganya keatas bahu menarik baju Joni Sianipar agar keluar dari wilayah proyek.

Joni Sianipar juga menjelaskan, Kejadian yang dialaminya menjadi bentuk trauma terhadap dirinya yang ingin meliput.

Saya menjadi trauma karena intimidasi yang dilakukan Oknum Premanisme itu, dan kenapa ada Oknum Premanisme di dalam proyek yang bersumber dari APBN membekingi dan melarang wartawan untuk melakukan peliputan, karena Wartawan itu dilindungi oleh Undang-undang 40 Tahun 1999.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan, bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, dan ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, serta ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, papar Joni.
(tim/ed. Yogi K M)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top