REFLEKSI 14 TAHUN MOU HELSINKI, SEJUMLAH MAHASISWA MENGGELAR AKSI DI DEPAN GEDUNG DPRA

REFLEKSI 14 TAHUN MOU HELSINKI, SEJUMLAH MAHASISWA MENGGELAR AKSI DI DEPAN GEDUNG DPRA

Berita Daerah 0 Comment 55

BANDA ACEH, Gemantaranews

Sejumlah Mahasiswa yang terdiri dari Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh, dan IAIN Malikussaleh menggelar aksi Refleksi 14 tahun Mou Helsinki pada Kamis pagi (15/08/2019) di depan Gedung DPRA.

Aksi ini bertepatan dengan 14 tahun perjanjian damai antara Aceh-Indonesia atau yang dikenal dengan hari perdamaian Aceh.

Aksi mahasiswa dimulai sekira pukul 11.30 WIB tadi, dan sempat terjadi keributan antara pihak kepolisian dengan mahasiswa pada saat mahasiswa ingin mengibarkan bendera bintang bulan, tetapi pihak kepolisian menahannya dengan mulut diam.

Mereka berorasi bergantian, yang di ikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dari Unimal, UIN ar-Raniry dan IAIN Malikussaleh, Jasa Aceh Utara. Mereka mendesak DPRA untuk serius memperjuangkan dan mengawal setiap butir MoU Hensinki dan UUPA yang telah disepakati.

Muhammad sabar wakil ketua BEM Unimal, menyampaikan “Hingga saat ini, masih banyak poin-poin dari perjanjian belum dituntaskan, baik itu melalui peraturan pemerintah, peraturan presiden, hingga Qanun Aceh. Jangan cuma kibarkan bendera ini pada saat kampanye saja” pangkas nya.

Rizki ardial juga menambahkan, “Hal itu tak kunjung terealisasi karena selama ini terjadi dinamika, terutama perbedaan pendapat dan penafsiran baik antara sesama unsur Pemerintahan Aceh maupun Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat” tutur nya.

Kondisi ini, kata mereka, selain menghabiskan waktu dan energi, juga menghambat penyelenggaraan otonomi khusus untuk menwujudkan kesejahteraan Aceh yang telah 14 tahun damai.

“Karena itu kami mendesak agar DPRA segera mengoptimalkan implementasi MoU Helsinki tersebut, terutama yang telah dituangkan dalam UUPA dan Qanun Aceh, seperti Qanun Lambang dan Bendera Aceh, Hymne, Lembaga Wali Nanggroe, KKR, Panwaslih, dan lainnya” Tegas mereka pada saat orasi

“Mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengakhiri sandiwara politik yang telah 14 tahun menghambat butir-butir MoU Helsinki dan UUPA,” kata mereka.

Dalam aksinya, mahasiswa juga membawa sejumlah Bendera Bintang Bulan. Mereka pun mencoba untuk menaikkan bendera itu di sebuah tiang yang memang telah berdiri di sana.

Namun upaya itu mendapat reaksi dari pihak kepolisian. Aparat yang berada di sana meminta mahasiswa untuk tidak melakukan itu.

Sempat terjadi perdebatan antara mahasiswa dengan pihak kepolisian di hadapan Anggota DPRA Azhari Cage yang hadir di sana.

Mahasiswa mempertanyakan dan meminta kepolisian untuk menjelaskan dasar polisi melarang mahasiswa menaikan bendera itu.
Karena menurut mereka, bendera Bintang Bulan telah sah untuk dikibarkan. Namun kepolisian mengatakan tidak ingin memperdebatkan hal itu.

Mahasiswa tetap bersikeras untuk mengibarkan bendera, mereka juga melakukan zikir bersama untuk almarhum para para korban pada saat konflik di Aceh, kemudian juga di teruskan dengan tretrikal meja perundingan di helsingki, dimana mahasiswa memakai topeng kelima tokoh gam yang terlibat dalam perundingan tersebut. (M. Zulfan)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top