PROYEK PENINGKATAN JALAN LINGKUNGAN PASAR III KELURAHAN NEGRI LAMA DIDUGA ASAL JADI

PROYEK PENINGKATAN JALAN LINGKUNGAN PASAR III KELURAHAN NEGRI LAMA DIDUGA ASAL JADI

Berita Daerah 0 Comment 98

LANUHANBATU, GemantaraNews

Proyek peningkatan jalan di Pasar III Lingkungan Pirbun, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dikerjakan oleh CV Adit Sejahtera dengan menelan anggaran sebesar Rp. 416. 200.000 (Empat Ratus Enam Belas Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019 diduga asal siap.

Berdasarkan hasil Investigasi di lapangan, Selasa (19/11/2019) pengerjaan Proyek peningkatan jalan di Pasar III Lingkungan pirbun yang seharusnya menggunakan batu split atau batu pecah malah menggunakan sertu pasir serta batu yang diduga tidak sesuai dengan rujukan keharusan.

“coba lae lihat sendiri, ngeri kali kan lae cara pengerjaannya, tampak sesuka hati mereka saja mengerjakan peningkatan jalan tersebut. Apa mereka anggap warga sini gak paham,” ucap H salah satu warga lingkungan tersebut kepada Jurnalis.

Menurut H, diduga selain tidak menggunakan batu pecah, air yang digunakan untuk mengaduk campuran semen pasir dan batu diduga menggunakan air parit, serta pasir tidak di ayak lalu pasir yang digunakan juga bukan pasir kasar, namun pasir halus alias pasir timbun.

Lanjut ,”Lalu coba lae lihat bagian pinggir badan jalan itu, tampak berongga dan tidak padat. Diduga tidak mengunakan pondasi yang baik dan bentuk posisi bangunan tersebut besar keatas dan mengerucut kebawah, Sehingga diduga tidak sesuai dengan ukuran. Apakah hal tersebut diperboleh kan?? Harapan warga kiranya bapak Kepala Dinas PUPR kab labuhanbatu dan bapak Bupati Labuhanbatu dapat melakukan pengawasan lebih ketat dan rutin sehubungan dengan pekerjaan proyek tersebut,Tandasnya.

“Mana pelaksana dan pengawas peningkatan jalan lingkungan pasar III ini? Apa tidak dicek dulu materialnya oleh pengawas? Bener gak material yang kalian gunakan. Saat jurnalis bertanya kepada pekerja atas nama R I alamat padang matinggi. Kami hanya pekerja bang.

Lanjut, ketika jurnalis bertanya soal ketinggian coran, pekerja menjawab 20 cm bang ucapnya, namun ketika disinggung dengan lobang TURAP yang diduga tak ada dan tempat yang akan di COR tidak diratakan terlebih dahulu, maka Kepala tukang tersebut tidak dapat menjawab dan berkebetulan saat itu selaku Kepala Lingkungan III berada di lokasi.

Jurnalis SKPK News angkat bicara mengatakan pada kepala lingkungan III bersamaan dengan kepala tukangnya, kalau begini cara pengerjaan proyek ini pak kepling, diduga gak sampai tiga bulan rabat beton ini mungkin sudah hancur, ucap Darwin Situmeang.

Salah seorang pekerja proyek mengatakan pihak pelaksana dan pengawas dari dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman kabupaten Labuhanbatu tidak ada di tempat, “kami disuruh pemborong sebatas bekerja kerja, ya kami kerjakan Pak,” ucapnya.

Sawal di Dinas PUPR (Pekerjaan umum dan Penataan Ruang) saat diminta tanggapannya tentang pekerjaan yang dimaksud Red melalui WhatsApp nya tidak membalas, sampai berita ini akhirnya dinaikkan redaksi.

(ed.Rudi P/ tim )

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top