PRESIDEN JOKOWI MENGUNGKAPKAN ANGGARAN PENDIDIKAN PADA 2020 MENCAPAI RP.508 TRILIUN

PRESIDEN JOKOWI MENGUNGKAPKAN ANGGARAN PENDIDIKAN PADA 2020 MENCAPAI RP.508 TRILIUN

Pemerintahan 0 Comment 37

JAKARTA, GemantaraNews

Anggaran Pendidikan dalam APBN 2020 mencapai Rp.508 triliun di ungkapkan Presiden Joko Widodo. Sehingga penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati.

“Dalam APBN 2020 kita telah menetapkan anggarannya, secara garis besar Rp.423 triliun untuk belanja lnfrastruktur, Sekali lagi Rp.423 triliun untuk belanja lnfrastruktur. Kemudian Rp.508 triliun untuk pendidikan dan Rp.132 triliun untuk kesehatan”, ungkap Presiden Jokowi dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019 di Jakarta, Rabu.

Anggaran pendidikan pada 2019 adalah sebesar Rp.492,5 triliun.
“Ini adalah duit semua, duit semua, hati-hati dengan angka-angka sebesar ini, belum bidang-bidang lainnya, dengan anggaran sebesar ini tantangannya adalah alokasi yang efektif”, tambah Presiden.

Presiden Joko Widodo juga mengatakan dalam 5 tahun ke depan belanja Pemerintah masih tetap fokus kepada lnfrastruktur.
“Infrastruktur akan berlanjut jadi prioritas tapi paling utama adalah Kita ingin diwilayah pembangunan sumber daya manusia. Ini menjadi fokus dan konsentrasi kita dan alokasi harus efektif walau kebijakan alokasi anggaran dalam kewenangan Kementerian dan lembaga, namun LKPP dapat proaktif mempercepat belanja anggaran agar segera mempercepat perekonomian. Jangan cara-cara yang lalu digunakan”, tegas Presiden.

Beliau (Presiden) mengakui bahwa hingga saat ini peran Swasta sangat dominan di bidang ekonomi tapi peran APBN pun masih tetap sangat penting, Oleh sebab itu pengadaan barang dan jasa merupakan penggerak penting yang memacu pertumbuhan ekonomi baik Nasional dan Daerah. Apalagi di daerah-daerah yang Swastanya belum kuat, APBD akan memacu perputaran uang di daerah dan tentu memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut,” kata Presiden.

Sementara itu menurut Roni Dwi Sastro Selaku Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Dalam sambutannya mengatakan, Sampai November 2019, masih ada paket pekerjaan senilai Rp.39 triliun yang masih berproses pada sistem e-tendering, termasuk pekerjaan konstruksi senilai Rp.31,7 triliun, yang akan mempengaruhi kinerja dan penyerapan anggaran.

Pengadaan barang/jasa pemerintah sendiri secara langsung telah mendorong berputarnya roda ekonomi Nasional. Total belanja barang/jasa Pemerintah pada
periode 2015–2019 adalah sebesar Rp.5.335 triliun. Dengan nilai penghematan sebesar Rp.177,93 triliun dari proses pengadaan melalui e-tendering dan e-purchasing.(ant/rif)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top