PRAPERADILAN DITOLAK,STATUS TERSANGKA LATIFAH  OLEH POLRES SUMENEP SAH

PRAPERADILAN DITOLAK,STATUS TERSANGKA LATIFAH OLEH POLRES SUMENEP SAH

Hukum 0 Comment 48

SUMENEP, Gemantara News

Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa Hukum latifa tersangka pengoplos beras terhadap Polres Sumenep, ditolak hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Sumenep. Putusan penolakan tersebut dibacakan oleh firdaus hakim di Pengadilan negeri sumenep. Diketahui, penolakan gugatan yang dilakukan oleh pengadilan negeri sumenep, karena penggeledahan barang bukti beras dan lainnya oleh Polres Sumenep itu dinyatakan sah dan sesuai prosedur. Senin,20/4/2020.

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Oscar Stefanus setjo, SH,.S.I.K saat dikonfirmasi oleh media ini menyatakan, dalam kasus ini segala gugatan Praperadilan yang dilakukan oleh pemohon ditolak. Artinya, materi yang disidangkan terkait dengan upaya paksa yang dilakukan oleh polres Sumenep putusannya dinyatakan sah. terkait dengan gugatan SPDP (Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) bukan objek praperadilan,” Ucapnya.

“Proses yang dilakukan, penyidikan, penggeledahan, penangkapan, penahanan, dan penetapan tersangka latifah dinyatakan sah oleh pengadilan negeri sumenep,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh penyidik Reskrim Polres Sumenep khususnya Unit Pidek, sudah sesuai dengan aturan dan penyidikannya dilakukan secara profesional. Dalam hal ini pihaknya tidak menumukan tersangka lain. Tapi, pihaknya juga menduga adanya pengoplos beras lain selain tersangka. Mungkin juga, pihaknya akan menemukan pelaku-pelaku yang serupa seperti modus yang dilakukan tersangka latifah. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan masyarakat karena, beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Apalagi, dalam kasus ini termasuk salah satu program BPNT atau program sembako yang bermamfaat khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu,” Tuturnya.

” Saya tekankan dalam kasus ini tidak ada tersangka lain. Namun, ada kemungkinan pihaknya akan mendapatkan pelaku-pelaku usaha serupa seperti apa yang dilakukan oleh tersangka latifah. terkait pekerja dari tersangka latifah, sampai saat ini statusnya sebagai saksi. karena, pada saat melakukan pekerjaan mereka disuruh bahkan diajari dan digaji oleh tersangka,” pungkasnya.

Imbuhnya, untuk AG ( Affan Groub ) sendiri belum ada keterkaitan dengan kasus ini dan pihaknya bukan merekayasa kasus. Sebab, penyidik tidak mungkin mengkaitkan suatu hal yang tidak terkait. Tentunya, polisi bekerja secara profesional, modern dan terpercaya,” Tutupnya.

Ditempat yang sama firdaus selaku Humas pengadilan Negeri Sumenep menjelaskan, terkait itu intinya putusan praperadilan yang dilakukan oleh pemohon praperadilan pada umumnya tidak dikabulkan dan ditolak.

Ada empat hal yang dipersoalkan oleh pemohon praperadilan yaitu : penyitaan dan penggeledahan yang diduga tidak ada ijinnya dari ketua pengadilan Negeri Sumenep. Ternyata, surat ijin yang dimaksud pemohon ada. Lalu, penetapan tersangka yang terkait dengan dua alat bukti, tapi sebelum tersangka latifah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Sumenep, dua alat bukti tersebut terpenuhi. Sebelumnya, Penyidik memeriksa saksi-saksi, ahli, dan atas dasar itulah pihak polres sumenep menetapkan tersangka,” Jelasnya.

Untuk diketahui, penetapan tersangka dan penahanan oleh penyidik itu Apakah sah atau tidak, bisa dilakukan dipersidangan pembuktian formil di pengadilan nantinya,” Pungkasnya.(Noung daeng )

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top