POLEMIK eKTP KABUPATEN BOGOR HARUS SEGERA ADA SOLUSI

POLEMIK eKTP KABUPATEN BOGOR HARUS SEGERA ADA SOLUSI

Peristiwa 0 Comment 86

KAB. BOGOR, GemantaraNews

Saat melakukan wawancara dengan Susilo Utomo, Jum’at (22 November 2019), aktivis sosial politik Kabupaten Bogor, penggiat sosmed sekaligus Admin Group Facebook Suara Warga Kabupaten Bogor (SURGA BOGOR) yang menurut pantauan melakukan jajak pendapat di groupnya yang berisi netizen-netizen di Kabupaten Bogor terkait permasalahan-permasalahan yang urgent harus segera disikapi oleh PemKab Bogor dan aspirasi tertinggi adalah masalah eKTP.

Banyak sekali masukkan baik dari para netizen dan masyarakat Kabupaten Bogor yang mempertanyakan terkait pengurusan eKTP, ada yang mengeluh sudah 2,3 bahkan 4 tahun belum jadi juga blangko eKTP, mereka merasa di repotkan dengan harus bolak-balik urus perpanjangan Surat Keterangan (Suket) eKTP setiap 6 bulan ke Kecamatan, bahkan ada yang penasaran langsung mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, tapi jawabannya tetap sama bahwa blangko kosong. ujar Susilo

Bupati Bogor, Ade Yasin dalam statement persnya Kamis (21 November 2019) menyatakan kemampuan Disdukcapil Kabupaten Bogor dalam mencetak KTP-El mencapai 10 ribu per hari. Karena itu, dia menyatakan, pemerintah pusat harusnya dapat mempertimbangkan kebutuhan di kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk banyak.

“Kebutuhan kita lebih banyak setiap bulannya ya. Seharusnya (ideal) kita dapat 30 ribu blangko setiap bulannya,” kata Ade.

Ade menjelaskan, kurangnya blangko KTP-El membuat pemerintah daerah kesulitan memenuhi kebutuhan warganya. Belum lagi, kata Ade, permohonan warga yang mendesak untuk kepentingan ibadah.

Seperti diketahui, melalui surat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bernomor 471.13/6153/Dukcapil tertanggal 26 Agustus 2019 sebanyak 16 juta keping sudah terdistribusi. Sehingga pemerintah kabupaten/kota mengalami kekurangan blangko e-KTP.

“Memang sulit ya membagi kebutuhan mana yang lebih penting. Ada yang mau umrah, ke Makkah dan sebagainya, kadang-kadang enggak mau tahu. Artinya kita tidak menyimpan blanko, ketika ada ya kita bikinkan,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Ade menyatakan, pihaknya akan tetap meningkatkan pelayanan di Kabupaten Bogor. Karena itu, dia menjelaskan, pihaknya akan memudahkan pelayanan pembuatan dan perekaman KTP-El.

“Kita ingin tingkatkan pelayanan maka tidak masalah kita gratiskan, karena menang blangko gratis, apa-apa, pelayanan, juga kita fasilitasi dengan mobilisasi dan sebagainya,” ujar Ade.

Sedangkan di kesempatan Rebo Keliling (Boling) bersama Bupati Bogor di Cijeruk, Rabu (20 November 2019), Kepala BPS Kabupaten Bogor, Sarwono mengatakan “Dari enam juta penduduk Bogor, yang memiliki KTP baru sekitar empat setengah juta,” ucap Sarwono kepada awak media.

Memang sangat dilematis ketika berbicara ketersediaan blangko eKTP, karena stok yang diberikan dari Pemerintah Pusat juga sangat terbatas, tapi yang harus di kritik adalah, eKTP sekarang menjadi rujukan utama saat melakukan pencoblosan ketika ada kontestasi politik yang menentukan pimpinan kita, baik pilkada, Pileg maupun Pilpres.

Susilo menambahkan, “Sedangkan merujuk pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pilpres 2019 yang diumumkan KPUD Kab Bogor adalah sekitar 3,5 juta, tapi data ini menjadi terbantahkan ketika BPS Kabupaten Bogor menyatakan bahwa eKTP yang tercetak sudah mencapai 4,5 jt, ini harus di kritik, karena kalau begitu asumsi kita ada sekitar 1 jt pemilik eKTP yang tidak masuk dalam DPT, ini bisa jadi potensi konflik saat pilkada maupun pemilu, padahal disanalah moment krusial masyarakat menentukan pemimpinnya”.

“PemKab Bogor harus terus berkonstrasi dalam melakukan pembenahan dan inovasi-inovasi terkait data kependudukan, jangan sampai konflik DPT ini terus menjadi sumber permasalahan di setiap kontestasi politik, kita sebagai masyarakat akan sangat tersakiti ketika istilah “menang curang lebih baik daripada kalah terhormat” terus menjadi jargon saat kontestasi politik”. Pungkasnya.(Biro kab Bogor)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top