PETANI PALAWIJA METRO KIBANG MENJERIT AKIBAT GAGAL TANAM.

Berita Daerah 0 Comment 157

LAMPUNG TIMUR, GemantaraNews

Kurangnya sosialisasi dari Pemerintah yang melalui Dinas Pertanian terhadap para Petani baik Petani sawah maupun ladang, yang sehingga di musin panas Tahun ini berdampak pada sebuah kerugian bagi para Petani khususnya pada saat ini para Petani palawija di Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur pada umumnya yang luasnya hingga mencapai Ratusan Hektar telah mengalami kerugian besar akibat gagal tanam jagung.

Berdasarkan sumber yang di dapat dari salah satu Petani Alamsyah warga Dusun VIII Desa Margototo Kecamatan setempat. dampak dari gagal tanam jagung ini di akibat kan adanya musim yang tahun ini tidak dapat di prediksi karena kurang air hujan yang sehingganya wabah penyakit seperti ulat memakan tanaman jagung tepatnya ulat ulat tersebut langsung memakan melalui pupus daun jagung sehingga mengakibatkan pohon jagung tersebut layu dan mati.ulasnya.

Selain itu ia juga menambahkan bahwa para Petani telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi hawa ulat tersebut seperti melakukan penyemprotan setiap pagi dengan tujuan agar tanaman jagung dapat bertahan atau tidak mati, mengingat para Petani jagung rata rata sudah melakukan penanaman dua kali. kalau untuk yang kedua kali ini sampai gagal sudah barang tentu para Petani bukan saja mengalami kerugian besar melainkan akan semakin menambah banyak hutang karena menurutnya mereka hanya ladang itu lah satu satunya tempat mengais rezeki, tegas.

Hal senada juga di sampai kan oleh Saipan warga Dusun VII, Desa Margototo dalam keterangannya ia mengaku bahwa tanamannya di jabut atau di bongkar untuk makan kambing. ketika di singgung terkait harapan Saipan meminta agar Pemerintah bukan hanya memperhatikan saja melainkan membantu para Petani yang saat ini telah mengalami kerugian besar.

Selebihnya Saipan juga menjelakan walau memang benar adanya bahwa Tahun yang lalu Pemerintah pernah mengucurkan bantuan berupa Benih Jagung BISI dan di bagikan kesetiap Petani 3 Kg./ Ha. itupun yang berhak menerima hanya kelompok selain kelompok tidak menerima bantuan Benih tersebut. ungkapnya.

Sungguh sangatlah ironi sekali bilamana Pemerintah hanya menyalurkan benih terhadap para Petani hanya bekisaran 3-4 Kg / Ha. sementara menurut saipan dalam perhektar saja menghabiskan benih jagung bisa mencapai 20 Kg.sedangkan untuk perhektar benih jagung bisa menghabiskan uang sekitar Rp 2000000. dan untuk biaya pupukpun sama menghabiskan biaya sebesar Rp. 2000000. artinya selama ini Pemerintah tidak sepenuhnya memperhatikan nasib para petani.

Pertanyaannya akankah Pemerintah hanya akan menjadi penonton saja untuk menyaksikan akan adanya nasib para petani yang saat ini telah merugi besar. akan kah Pemerintah hanya berjalan di balik meja dan bicara di kertas saja dengan tanpa adanya penyuluhan.(Bambang S)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top