PERHUTANI KPH BANYUWANGI SELATAN DIDUGA BANYAK MENYALAHI ATURAN.

PERHUTANI KPH BANYUWANGI SELATAN DIDUGA BANYAK MENYALAHI ATURAN.

Berita Daerah 0 Comment 160

BANYUWANGI, GemantaraNews

Pernyataan Moh Imam Ghozali, SH yang juga Pendiri dan Pembina Yayasan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Banyuwangi (YPMN-B) tersebut terlontar setelah dirinya menuding jjka ada dua kasus besar yang baru saja terjadi didalam tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu namun menguap atau menghilang begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut.

Kepada awak media Ghozali menyebutkan jika dua kasus yang dimaksudkan adalah dilepaskannya tiga orang terduga pelaku tindak pidana ilegal loging dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Petak 48 K yang masuk wilayah RPH Senepo Utara pada hari Selasa (11/8/2020) yang lalu, dengan kerugian sesuai barang bukti yang ditemukan hingga mencapai puluhan juta rupiah.

“Menurut informasi yang kita dapatkan, peristiwa dugaan pencurian kayu jati itu melibatkan tiga orang warga desa Tegalsari kecamatan Tegalsari yakni berinisial SNT, WYN dan JWD yang dipergoki dan ditangkap langsung oleh petugas Perhutani, Sunardi selaku Polmob, Boiran Korwas Piket dan Sutaman KRPH Senepo Utara dan kemudian para pelaku serta barang bukti berupa 7 batang pohon jati dan satu unit sepeda motor roda tiga merk Tossa juga telah diserahkan ke pihak Polsek Siliragung, tapi kenapa saat ini kasusnya malah dihentikan/dicabut laporan polisi oleh pihak perhutani sendiri….bahkan udah dibebaskan ??”, Ungkap Ghozali dengan nada heran, Kamis (27/8/2020).

Masih menurut Ghozali, pihaknya sudah bisa menghubungi ADM KPH Banyuwangi Selatan walaupun hanya melalui saluran telepon selulernya, hanya saja jawaban yang diberikan terkesan berbelit dan kurang memuaskan.

“Satu lagi yang membuat malu, selama berdirinya Perum Perhutani di Benculuk, belum pernah terjadi seorang pimpinan yang digerebek/tangkap Resmob dari polresta,walaupun toh akhirnya dilepaskan karena tidak cukup bukti,tapi baru tahun ini terjadi seperti itu. kemarin saya dapat info yang falid, jika pak Waka ADM dan beberapa anggotanya sempat diamankan oleh polisi karena diduga tertangkap tangan sedang main judi diruangan kantornya,serta barang bukti kecik/batu krikil berjumlah kurang lebih 40 butir , namun sayangnya lagi-lagi kasusnya juga menguap begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut, makanya saya berani bilang jika Perum Perhutani KPH Banyuwangi selatan saat ini ibarat tukang sulap yang bisa menghilangkan apa saja”, pungkas Ghozali.(puji)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top