PENYELEWENGAN TERHADAP ADD DIDUGA DILAKUKAN KADES TANJUNG DARUL TAKZIM

PENYELEWENGAN TERHADAP ADD DIDUGA DILAKUKAN KADES TANJUNG DARUL TAKZIM

Hukum 0 Comment 81

MERANTI RIAU, GemantaraNews

Anggaran Dana Desa (ADD) Di Desa Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Diduga terindikasi adanya suatu penyelewengan. Dugaan tersebut berdasar pada hasil lnvestigasi dan Kroscek Gema Nusantara dilapangan.

Hal tersebut juga setelah salah seorang Tokoh Masyarakat mengadu kepada Gema Nusantara terkait permasalahan ADD yang diduga telah diselewengkan oleh oknum Kepala Desa Tanjung Darul Takzim Tebing Tinggi Barat, agar dapat ditindak lanjuti hingga tuntas, Selasa (18/02/2020).
Pengelolaan ADD melalui BUMDES tersebut yang menggunakan anggaran yang cukup lumayan, padahal hanya rehab kempang dan ini sangat tidak masuk akal, ungkap salah seorang Tokoh Masyarakat tersebut yang enggan disebutkan ldentitasnya.

Menelisik perkara tersebut, Gema Nusantara langsung mengklarifikasinya terhadap Kepala Desa Darul takzim Basri Rasid. Dan benar saja sangat disayangakan, Kepala Desa Tanjung Darul Takzim Basri Rasid tidak kooperaktif saat dikonfirmasi. Hal itu Seakan akan melemparkan tanggung jawab kepada BUMDES dengan alasan baru menjabat empat bulan, padahal yang notabene beliau sudah menjabat Kepala Desa sebelumnya. Lebih anehnya lagi dikatakan beliau (Kades) bahwa ia mengetahui hal tersebut, akan tetapi tidak ada kontrol dan bahkan hanya menunggu laporan dari pengurus tentang kegiatan rehab kempang yang anggarannya diserap dari ADD tersebut.

“Secara admistrasi yang namanya ADD, dikelola oleh Kepala Desa melalui rekening Desa, bagaimana mungkin Kepala Desa belum dilantik ADD tersebut diserahkan kepada BUMDES. Apalagi dari besaran dana ADD itu pun tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan”, menurut dari Gema Nusantara.
Dan setelah dikonfirmasi lebih lanjut tentang administrasi tentang SPJ kegiatan rehab kempang, Diduga bahwa SPJ kegiatan di tahun 2019 tersebut fiktif.
Di dapat juga lnformasi dilapangan bahwa unit kempang yang diperbaiki tidak menunjukan perbaikan atau rehab yang diharapkan termasuk spec, perbaikan. Kepala Desa tidak dapat menjelaskan malah menyarankan Gema Nusantara mengkonfirmasi ke BUMDES.

Disampaikan kepada awak media, Gema Nusantara akan menindak lanjuti hal tersebut dan membuat laporan resmi kepada pihak-pihak penegak Hukum untuk menindak lanjuti lnformasi ini. Sehingga Kepala Desa dan pengurus BUMDES nya harus mempertanggung jawabkan secara administrasi dan hukum, Gemanusantara akan menindak lanjutinya kepada pihak Kepolisian (Tipikor) dan Kejaksaan.
(yan/red)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top