PENUH TEKATEKI, KEJELASAN LAHAN TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) WARGA PERUM REGENCY CIKAMPEK

PENUH TEKATEKI, KEJELASAN LAHAN TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) WARGA PERUM REGENCY CIKAMPEK

Berita Daerah 0 Comment 71

KARAWANG, GemantaraNews

Undangan Asda Pemda Karawang kepada Direktur PT. Langgeng Prana Mukti Arta selaku pengembang, (Rabu, 24/06/2020) tidak di Indahkan oleh pengembang dengan alasan ada halangan lain. Tim Warga peduli sangat kecewa melihat ulah sang pengembang nakal tersebut.
Pada besok harinya Tim Warga Peduli bersama An. Sekretaris Daerah melalui Asisten Pemerintahan Kabupaten Karawang Drs.Akhmad Hidayat bersama Kepala Kantor Pertanahan, Dinas PMPTSP, Dinas PUPR, Dinas PRKP, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Satpol PP, Camat, Kepala Desa Kabupaten Karawang dan Direktur PT. LANGGENG PRANA MUKTI ARTA selaku pengembang Perumahan Regemcy Desa Cikampek Utara Karawang.
Semua yang disebut diatas terlibat menyaksikan melakukan Pengukuran Lahan TPU dilokasi Perumahan Regency dengan lahan seluas 11.000 meter yang wajib disediakan oleh pengembang sesuai peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, (Kamis,25/06/2020)
Dari lahan yang disediakan oleh pengembang saat pengukuran ada 3 lokasi yang berbeda-beda. Namanya pemakaman harus dalam satu lokasi, ini aneh dan lucu dan bahkan ada sebagian lahan makam dipinggir kali bila musim hujan pasti tergenang.

Menurut pantauan GemantaraNews dilapangan lahan yang tersedia hanya lebih kurang 6.000 meter, masih kekurangan 5.000 meter. Pelaksana pengukuran lahan TPU dari Pertanahan Pemda Karawang sengaja tidak memberitahu pada Tim warga Peduli berapa meter seluruh lahan yang telah diukur dengan alasan belum bisa diketahui nanti baru bisa dihitung dikantor. Seolah menghindar untuk diketahui Tim Warga Peduli, semua pejabat yang berwenang turun dilapangan pasrah saja melihat Pengembang Nakal tersebut.
Seharusnya pihak Pemda Karawang harus tegas bukan memberi ruang kebebasan untuk pengembang. Lebih kurang 25 tahun Fasos-Fasum sampai sekarang tidak ada penyerahannya pada Pemda Karawang.

Sementara anggaran APBD Kabupaten Karawang dikuncurkan dalam pembangunan pengecoran-pengecoran jalan perumahan tersebut. Seharusnya masih tanggung jawab pihak pengembang dalam pembangunan Fasos-Fasumnya. Inilah wibawa birokrasi Pemerintah Kabupaten Karawang, bangga mempertontonkan sandiwaranya kepada masyarakat.

Sudah 5 tahun lamanya warga meminta haknya sampai sekarang masih abu-abu dengan penuh sandiwara. Semua para pejabat Pemda Karawang tidak berdaya menyelesaikan persoalan itu sampai tuntas. Semua tersenyum melihat penderitaan masyarakatnya tanpa ada rasa malu menjaga wibawanya. Luar biasa, luar biasa, luar biasa. (Biro Karawang)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top