PENDEKATAN PERSUASIF OLEH KAPOLRES SUMENEP TERHADAP PETANI GARAM PINGGIR PAPAS

PENDEKATAN PERSUASIF OLEH KAPOLRES SUMENEP TERHADAP PETANI GARAM PINGGIR PAPAS

TNI / Polri 0 Comment 25

SUMENEP, GemantaraNews

Polres Sumenep, gelar acara silaturrahim Bersama Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Garam Indonesia (AMGI), yang dihadiri oleh Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, kepala Desa Pinggir Papas H Abdul Hayat beserta tokoh masyarakat sekitar. Acara tersebut, tepatnya dikantor Balai Desa Pinggir Papas,kecamatan kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selasa, 11/2/2020.

Kapolres Sumenep AKBP, Deddy Supriadi, Menyatakan, adanya pertemuan ini dengan masyarakat Pegaraman, karena adanya ketidak puasan masalah petisi garam yang mengakibatkan harga garam menurun, hal itu menimbukan kecemasan bagi masyarakat petani garam didaerah Pinggir Papas khususnya.

“kami pihak polres melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat petani garam, agar kita dapat mencegah supaya tidak akan terjadi sesutu yang tidak dinginkan,” Kata Polres Sumenep.

Lanjutnya, kami akan membantu bagaimana cara atau metode yang lebih efektif dan efisien dalam menyampaikan aspirasi Ke DPR RI Komisi IV atau Kementrian nantinya,” Pungkasnya.

Kemudian, Kepala Desa Pinggir Papas, H. Abdul Hayat, mengatakan kami dari Aliansi Masyarakat Garam, meminta arahan ke pihak Polres Sumenep, bagaimana dalam menangani permasalahan ini, tentunya bisa lebih baik. karena, nantinya akan dilakukan Audiensi dengan Anggota DPR RI Komisi IV, yang membidangi Garam.

“Terkait harga garam sampai saat ini, masih terpuruk, harga titik terendah, hingga para masyarakat petani Garam banyak mengeluh,” Ucapnya.

Imbuh Dia, dalam audensi kami nantinya dengan Anggota DPR RI Komisi IV, yang membidangi Garam, perlu kami akan sampaikan Aspirasi masyarakat garam dalam kondisi ini, petani garam sebenarnya secara riil dibawa lembaga legislator sebagai salah satu penentu kebijakan yang mengatur garam,” Tambahnya.

Hal yang sama disampaikan oleh seorang petani garam yaitu Abdul Hayat saat dimonfirmasinoleh media ini menyampaikan, saat ini harga garam dipetani garam hanya Rp.300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) Pertonnya, itupun diangkut oleh para petani ketepi jalan raya. kalau harga segitu hanyala harga kotor, jadi harga segitu dikurangi biaya operasionalnya hingga sisa bersih dari pejualan hanya Seratus Ribu Rupiah Perton,” Katanya.

“Namun, salah satu faktor dari dampak regulasi tataniaga garam sampai saat ini masih belum jelas, karena importasi garam yang berlebihan, sehingga berakibat fatal terhadap para petani lokal. Untuk itu, Aliansi Masyarakat Garam Indonesia, segera tetapkan harga garam, bentuk lembaga penyangga stabilisasi garam nasional dan Stop Import garam,” Keluhnya.

“Kami akan terus lakukan aspirasi dari seruan hati masyarakat garam dan terus bergelora digedung DPR RI. setidakny, bisa merubah kebijakan dan berpihak kepada masyarakat petani garam Indonesia,” Ungkapnya.

( Noung daeng )

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top