PEMKOT SURABAYA MELARANG PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK MELALUI SURAT EDARAN

PEMKOT SURABAYA MELARANG PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK MELALUI SURAT EDARAN

Pemerintahan 0 Comment 20

SURABAYA, Gemantaranews

Penerbitan surat edaran oleh Pemerintah Kota Surabaya melarang penggunaan kantong plastik hanya dapat digunakan sekali pakai kepada seluruh pelaku usaha di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Drs.Eko Agus Supiadi Sapoetro,MM mengatakan, Surat edaran tersebut, dimulai pada Hari ini kita sebar ke beberapa tempat, seperti mal, restoran, serta pusat-pusat perbelanjaan yang banyak menggunakan plastik. demikian juga, di pasar-pasar tradisional.

“Imbauan itu, berdasarkan Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Perda Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya dan upaya pengendalian sampah.

Semua itu, dilakukan Untuk mensukseskan program beberapa pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya terjun langsung untuk memberikan surat edaran serta imbauan kepada para pelaku usaha di Kota Surabaya. hingga, diterbitkannya surat edaran tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam mewujudkan program gerakan Surabaya Zero Waste (bebas sampah), utamanya sampah plastik,” kata Agus Supiadi Sapoetro di Sela-sela Sosialisasi Larangan penggunaan Kantong Plastik dipasar Pucang Surabaya.

Menurutnya, dampak dari penggunaan kantong plastik itu sendiri sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi digunakan sebagai pembungkus makanan. karena, Sampah plastik itu prosesnya bisa sampai 500 tahun baru terurai. Pastinya berbahaya apabila dipakai bahan pembungkus makanan, Karena, Plastik merupakan bahan yang tergolong lama baru bisa terurai. Maka dari itu, melalui surat edaran dan sosialisasi yang dilakukan pihaknya berharap masyarakat lebih sadar tentang bahaya penggunaan plastik”, tuturnya.

Ianjut dia, untuk mewujudkan hal itu, perlu adanya dukungan dari para pelaku usaha serta masyarakat dengan mulai membiasakan diri membawa kantong yang lebih ramah lingkungan saat berbelanja. hingga dapat dimulai dari membiasakan diri ketika belanja membawa kantong sendiri.

“Namun, sosialisasi dan imbauan pembatasan kantong plastik tidak hanya dilakukan di kalangan pengusaha. Tapi, Pemkot Surabaya juga harus melakukan Sosialisasi melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) yang awal sebelumnya sudah mendorong para pelajar untuk mengganti kemasan plastik dengan cara membawa tumbler ke sekolah”, imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan akan terus mendorong peran serta masyarakat untuk membangun peradaban baru dunia yang sadar akan lingkungan hidup. Terutama permasalahan sampah plastik yang kian tahun mengalami banyak problematika. Karena, untuk melakukan perubahan perilaku masyarakat tidak semudah memutar balikkan telapak tangan kita. Tapi, harus dilakukan secara bertahap dan juga terus diberikan edukasi”, pungkasnya.(Noung daeng)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top