PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM KEGIATAN PK2UMKM KABUPATEN PAKPAK BHARAT

PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM KEGIATAN PK2UMKM KABUPATEN PAKPAK BHARAT

Ekonomi 0 Comment 18

PAKPAK BHARAT, GemantaraNews

Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pakpak Bharat melaksanakan Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PK2UMKM), kegiatan berlangsung di gedung Koperasi Wanita (Kopwan) Pesada Perempuan yang ber-alamat di Simpang Jambu Desa Traju Kecamatan Siempat Rube (19/11/2019). Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi berlangsung selama 3 hari, dimulai dari hari selasa, 19 Nopember dan akan berakhir pada hari kamis, 21 Nopember 2019.

Menurut Laporan Panitia, dasar kegiatan penguatan kapasitas pembinaan dan pendampingan KUMKM didaerah adalah :

A. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Organisasi Perangkat Daerah Dinas Koperasi dan UMKM Tahun Anggaran 2019, dengan anggaran RP. 358.000.000 (tiga ratus lima puluh delapan juta rupiah) pendanaan kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia tahun 2019.

B. Kegiatan dana DAK non fisik dibagi menjadi 4 bagian :
1. Kegiatan kewirausahaan
2. Kegiatan perkoperasian
3. Kegiatan pelatihan akuntansi
4. Kegiatan penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam/unit simpan pinjam.

Tujuan kegiatan adalah :
a. Untuk peningkatkan kapasitas koperasi usaha mikro kecil dan menengah.
b. Penyelenggaraan pelatihan bagi pengurus/pengawas koperasi, anggota koperasi pengelola koperasi dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta wirausaha pemula.

Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pakpak Bharat Bapak Jonni Feber Solin, SE, M. Si mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan ke 4 yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat.

Lebih lanjut Sekretaris Koperasi UMKM memaparkan bahwa Koperasi Simpan Pinjam yang terdaftar di Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak 77 Koperasi sekunder, namun yang aktif berkisar 39 Koperasi, dan berharap agar tiap-tiap koperasi mengadakan terobosan di tahun 2020.

“Saya berharap pada tahun 2020, agar setiap koperasi dan tiap-tiap pengurus serta anggota koperasi melakukan terobosan”, ujar Solin.

Narasumber pada kegiatan tersebut Bapak Parluhutan Dalimunthe, SE dari Fasilitator Lembaga Sertifikasi Profesi Koperasi Jasa Keuangan.

“Pelaksanaan Penilaian Kesehatan diatur dalam Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM RI : Nomor 06/PER/DEP.6/IV/2016, dan Penjelasan Pasal 31 Permenkop 02/2016, merupakan Penilaian Kesehatan kinerja yang dilakukan Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mengukur tingkat kesehatan KSP dan USP Koperasi.” ujar Dalimunthe.

Panitia Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PK2UMKM) terdiri dari Sekretaris Dinas, Jonni Feber Solin, SE, M. Si, Kepala Seksi Kelembagaan Jansen FK. Silalahi, S. Pi, Martauly M. Girsang, SE, serta Elbri Berutu, ST, Hizkia Banurea, S. Th, Rohita br. Sagala, S. Sos sebagai pendamping KUMKM

Peserta Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi berjumlah 30 orang yang terdiri dari Pengurus/Pengawas dan anggota koperasi yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat, antara lain KPN SMK N.1 PGGS, KPN Karya Bhakti, KPN Rupawan, Koperasi Produsen Surya Mandiri Kirana, KPRI Pakpak Nduma, Koperasi Produsen Sataki Aman Mandiri, KSP CU Sada Kata, Koperasi Wanita Tani Mikembang, Koperasi Wanita Silima Kuta Nduma, Koperasi Persatuan Perempuan Pakpak Indonesia dan Koperasi Asa Nduma Karina. (Lenan)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top