PEKERJAAN ( TPT) DANA DESA PARAKAN LIMA PURWAKARTA DIDUGA SARAT DENGAN PENYIMPANGAN

PEKERJAAN ( TPT) DANA DESA PARAKAN LIMA PURWAKARTA DIDUGA SARAT DENGAN PENYIMPANGAN

Berita Daerah 0 Comment 322

PURWAKARTA.GemantaraNews

Program pemerintah melalui kementerian keuangan mengalokasikan anggaran untuk program padat karya yang diselenggarakan oleh kementerian/Lembaga(k/L) bertujuan untuk pemulihan ekonomi.
Adapun program padat karya Ini bertujuan untuk memberikan penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar(PSBB) ditengah pademi corona(Covid.19).

Dengan banyaknya Anggaran dari pemerintah yang di kucurkan melalui desa seharusnya menjadi amanah bagi desa, yang harus dikelola untuk penggerakan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Aparat desa yang penerima anggaran
diharapkan dapat mencermati dan memahami secara tepat penggunakan dana desa tersebut.
namun kenyataanya amanah itu sangat sulit untuk dilakukan bagi orang yang mencari kesempatan untuk kepentingan pribadi. salah satunya program padat karya menjadi kegiatan dilingkungan desa parakan lima.

Program Kegiatan Pekerjaan dinding pondasi yang disebut (TPT) Pekerjaan TPT tersebut berfungsi sebagai penahan jalan setapak yang labil dan rawan longsor yang ber lokasi di wilayah Rt (12/04) Desa parakan lima kecamatan jatiluhur kabupaten purwakarta. pekerjaan tersebut di duga sarat dengan penyimpangan anggaran.

Hasil penelusuran awak media gemantara news selasa (7/7/2020) menurut keterangan dari salah seorang warga mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut perencanaan kerja (TPT) dibuat panjang 30 meter dengan tinggi satu bidang 3 meter dan sisi bidang lagi yang paling ujung 1.5 meter. dengan kegiatan tersebut tidak jelas sumber dananya dari mana karena tidak ada papan nama yang terpampang dilokasi pekerjaan. dan ini disinyalir suatu pekerjaan siluman yang tidak transfaran .

Kepala Desa Parakan lima, Jaya Permana ketika dikomfirmasi melalui saluran WhatsAPP ” itu program padat karya dan lebih lanjutnya bisa tanya ke Asep ” ujarnya.

Asep, salah satu dusun sekaligus pengelola lapangan dari kegiatan tersebut, ketika diminta keteranganya melalui saluran WhatsAPP, Asep mengundang agar ketemu di kantor desa saja, setelah beberapa lama me nunggu namun asep sebagai kadus diwilayah tersebut tidak kunjungan datang dan ingkar jangji kepala desa pun pergi entah kemana.

Hasil kompirmasi warga dilapangan yang tidak bersedia di sebut namanya. mengatakan, bahwa kegiatan pekerjaan ini untuk para tenaganya di gilir antara Rt 11 dan Rt 12 . Dengan upah pekerja tukang batu di bayar Rp.,110.000. dan untuk upah keneknya di bayar Rp, 100.000. perharinya dan paling herannya lagi, pekerjaan tersebut berjalan cuman 6 (enam) hari saja langsung mandek dan berhenti di karenakan anggarannya telah habis dan pekerjaan akan diteruskan setelah anggaran tahap ke 2(dua) turun lagi ujarnya.

menurut warga setempat yang mengerti perhitungan bangunan ” sangat mengherankan pondasi yang sudah terpasang 9 kubik ini dengan anggaran 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) itu sudah habis, kalau menurut analisa itungan biaya yang sudah terpasang ini paling baru mencapai 8.5 jt pekerjaan tersebut terlihat jelas diduga ada banyak penyimpangan anggaran ” terang warga.

Dalam suatu obyek program kegiatan pembangunan di haruskan menyediakan papan nama suatu pengumuman dan peringatan adalah papan yang berisi informasi kepada masyarakat yang merupakan salah satu upaya memberi sosialisasi tentang petunjuk teknis membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kegiatan pembangunan sesuai ketentuan.(endin/Robin)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top