Pangdam Dan Komnas HAM Membesuk Korban Kerusuhan Fayit

Pangdam Dan Komnas HAM Membesuk Korban Kerusuhan Fayit

TNI / Polri 0 Comment 28

JAYAPURA, Gemantaranews

Minggu 02 Juni 2019
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pada 27 Mei 2019 telah terjadi kerusuhan anarkis di Distrik Fayit Kabupaten Asmat Papua yang berujung pada penembakan yang dilakukan oleh anggota TNI a.n Serka Fajar dan mengakibatkan jatuhnya korban 04 orang perusuh meninggal dunia (MD) dan satu orang luka tembak di tangan.

Atas peristiwa tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih mengambil langkah cepat untuk dilaksanakan investigasi gabungan TNI, Polri dan Komnas HAM RI Perwakilan Papua/Papua barat serta pemerintah daerah Kab.Asmat untuk menemukan fakta-fakta sebemarnya terjadi mulai dari penyebab kerusuhan anarkis upaya himbaun secara persuasif kemudian tembakan peringatan hingga akhirnya pelaku Serka Fajar terpojok pada sudut bangunan dan dihadapkan pada pilihan bahwa yang bersangkutan akan menjadi korban atau menjatuhkan korban.

Peristiwa tersebut, tentunya meninggalkan duka bagi semua pihak, terutama pihak pelaku kerusuhan sekaligus korban dan pihak TNI sendiri. Rekonsiliasi pun telah dilaksanakan untuk saling memaafkan dan menghormati. Sementara proses hukum tetap berjalan baik terhadap anggota TNI yang melakukan penembakan maupun terhadap pelaku kerusuhan terutama provokator atau pemicu kerusuhan tersebut.

Kemarin tanggal 01 Juni 2019 koraban penembakan yang mengalami luka tembak di tangan a.n Jhon Tatai 26 th telah dievakuasi ke RS. Bhayangkara Jayapura dalam rangka mendapatkan perawatan terbaik. Sekitar pukul 21.00 WIT Pangdam XVII/Cen Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring didampingi para staf bersama Ketua Komnas HAM RI perwakilan Papua/Papua Barat Frits Ramanday membesuk korban.

Dalam kunjungan tersebut Pangdam menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan sikap berbela sungkawa yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut teruma terhadap seluruh korban termasuk kepada Saudara Jhon Tatai yang mengalali luka tembak di kedua tangannya dan mengakibatkan tangan kiri harus diamputasi sampai ke siku.

Pangdam juga mewakili seluruh prajurit TNI Kodam XVII/Cend terutama pelaku penembakan Serka Fajar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. Kita semuanya selaku anak-anak Tuhan tidak ada yang menghendaki hal ini terjadi, namun hal ini sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa dan harus kita terima dengan berlapang dada ujar Pangdam kepada Jhon Tatai dan segenap yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menegaskan bahwa Kodam XVII/Cend akan menanggung segala biaya pengobatan dan transportasi kembali ke kampung halamnnya kelak setelah sembuh. Termasuk biaya makan korban dan keluarga yang mendampingi selama menjalani perawatan.

Jhon tidak perlu berpikir macam-macam: bagaimana biaya, bagaimana nanti kembali ke kampung dan lain-lain. Semuanya kami yang tanggung, Jhon cukup berdo’a, makan dan berusaha agar cepat sembuh. Jhon akan ditangani oleh dokter-dokter ahli dan akan dirawat dengan sebaik-baiknya. Himbau Pangdam kepada Saudara Jhon. Bila ada kebutuhan tolong sampaikan saja kepada kami, Kata Pangdam.

Otentikasi Kapendam XVII/Cen
Kolonel Inf Muhammad Aidi/Editing: Fanny M

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top