OKNUM KARYAWATI SALAH SATU BANK MILIK PEMERINTAH DIDUGA GELAPKAN UANG NASABAH RP.3,6 MILIAR

OKNUM KARYAWATI SALAH SATU BANK MILIK PEMERINTAH DIDUGA GELAPKAN UANG NASABAH RP.3,6 MILIAR

Hukum 0 Comment 56

KUNINGAN JAWA BARAT, Gemantaranew.

Kasus penggelapan dan penipuan, Diduga dilakukan salah seorang oknum karyawati Bank BUMN milik Pemerintah berinisial “E”.
Kapolres Kuningan AKBP lman Setiawan SIK melalui Kasat Reskrimnya yakni AKP Syahroni membeberkan dugaan kasus tersebut yang menyatakan, Bahwa bukan 1 hanya orang saja yang menjadi korban dugaan kasus penipuan dan penggelapan dari “E”(Salah seorang karyawati Bank BUMN) tersebut, Tetapi ada sekitar 38 orang warga Kecamatan Kuningan selaku nasabah, Selasa 13 Agustus 2019.

Kasat Reskrim Syahroni menerangkan, terbongkarnya Kasus tersebut karena adanya laporan dari salah seorang yang menjadi korban bernama Taufik Syamsudin yang mendatangi salah satu Bank milik BUMN itu pada tanggal 12 Oktober 2018, Untuk melaporkan terhadap yang menimpa kepada dirinya.

Kronologisnya yang berawal pada tanggal 23 Oktober 2017, “Taufik yang sengaja datang ke salah satu Bank milik BUMN tersebut untuk melunasi pinjamannya secara putus. Kemudian si “E” ini mengeceknya di Sistem BDS Perbankan dan mencatat hasilnya diselembar kertas kecil yang isinya, Bahwa Taufik ini harus melunasi pokok pinjamannya sebesar Rp.78.271.220 dan penalty pelunasan secara putus Rp.6.590.700.

Taufik pun saat itu juga membayarkannya kepada si “E”, dan si “E” pun membuat slip setoran dan meminta tanda tangan Taufik di atas slip setoran tunai tersebut, si “E” (tersangka) ini mengatakan kepada Taufik untuk menunggu proses pelunasan tersebut, dan mengenai slip setoran tunai yang sudah ditanda tangani korban Taufuk ini akan diserahkan siangnya bersama dengan berkas jaminan awal pinjamannya, kata si “E” (tersangka).

Pada saat yang bersamaan tersangka “E” ini mencetak tapak validasi dikomputer yang berada diruang ADK dan mengambil berkas jaminan diruang jaminan yang kuncinya dipegang Supervisor Tatang Suhendar, tersangka pun berdalih kepada Tatang Suhendar akan meng-Scaning data (Suplesi).
Sekitar Pukul 13.00 Taufik kembali menemui tersangka, dan tersangka pun memberikan 2 slip setoran tunai yang sudah ada tapak validasi dan cap lunas, yang telah dibuat oleh tersangka sendiri serta menyerahkan 1 berkas jaminan milik Taufik tersebut.

Pada Bulan September 2018 korban Taufik menelpon kepada tersangka “E”, menanyakan kenapa pelunasan tertanggal 23 Oktober 2017 belum masuk-masuk juga, dan setelah di Cek oleh pihak yang lain, masih terdeteksi di By Checking. Kemudian tanggal 24 September 2018 tersangka “E” ini melalui WhatsaPP’ miliknya, kepada korban Taufik mengirimkan slip setoran tunai bukti pelunasan pinjaman Taufik. Namun Taufik pun.tidak mudah percaya begitu saja, la pun meminta surat keterangan Lunasnya langsung yang dari salah satu Bank milik BUMN tersebut dengan tanggalnya yang mundur mengikuti keterangan lunas dari tersangka yang melalui whatsaPP’nya tersebut.

Namun tersangka tidak merespon dan tidak memberikan surat keterangan tersebut. Dan pada hari Jum’at 12 Oktober 2018, Taufik langsung mendatangi tempat kerja tersangka, untuk melaporkan kejadian tersebut, dan dari laporan Taufik itu terbongkarlah hingga muncul 38 orang nama nasabah mengalami hal yang serupa setelah dilakukan Audit lnternal pihak Bank milik salah satu BUMN tersebut tempat tersangka bekerja, Dan kerugian mencapai kurang lebih hingga Rp.3,6 miliar.

Menurut AKP Syahroni Kasatreskrim Polres Kuningan, Mengenai modus Operandi pelaku yaitu “Mengambil Uang milik Nasabah Bank Milik Pemerintah tersebut, Pada Saat Melakukan Perpanjangan Pinjaman Dan Pelunasan Secara Lunas Putus Dan Uang’nya Dipergunakan Untuk Keperluan Pribadi”, terang Syahroni. Ditambahkan Beliau AKP Syahroni, Tersangka dikenakan pasal 49 ayat (1) huruf ; a,b,c undang-undang No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan Jo pasal 374 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan atau pasal 378 KUHP, pungkasnya.
(sum.toy./ed.riff)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top