MUSLIM SYAMSYUDIN SOROT KEK ARUN DAN PENGALIHAN  BLOK B DI ACEH UTARA

MUSLIM SYAMSYUDIN SOROT KEK ARUN DAN PENGALIHAN BLOK B DI ACEH UTARA

Politik 0 Comment 20

ACEH UTARA,GemantaraNews

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRA) Muslim Syamsuddin, ST. MAP menyoroti perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun yang telah lama diberikan oleh pusat melalui peraturan pemerintah no 5 tahun 2017.

Semenjak ditetapkan pada tanggal 17 Februari 2017 lalu hingga saat ini KEK Arun belum berkembang sebagaimana yang diharapkan alias masih jalan ditempat

Seharusnya dengan wilayah pengelolaan KEK Arun yang meliputi Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang terbagi dalam lima zona, yaitu zona pengolahan ekspor, zona logistik, zona industri, zona energi dan, zona pariwisata. dapat dikelola dengan maksimal, Sehingga Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe dapat berkembang.

Hal tersebut disampaikan Muslim Syamsuddin disela-sela pasca peresmian bulking terminal facility berkapasitas 9000 ton yang berada di Pusat Logistik Berikat PT Pelindo 1, ketika menghadiri lounching ekspor perdana 6000 ton crude palm oil (CPO) ke Negara India melalui Pelabuhan Internasional Krueng Geukuh, Aceh Utara, Selasa(12/11/2019)

Selaku anggota DPRA. Muslim memberi apresiasi dan dukungan penuh terhadap peresmian bulking terminal facility atau Tanki CPO dan pelepasan CPO perdana yang dilakukan oleh PT. Aceh Makmur Bersama (AMB)’ menurutnya ini menjadi langkah awal dan positif, sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan pada dunia luar dan para investor untuk menanamkan modal di aceh

Selain itu Muslim juga meminta kepada semua pihak untuk dapat memberikan kenyamanan bagi investor yang ingin berinvestasi di Aceh Utara, Khususnya di pelabuhan internasional Krueng Geukueh.

Menurutnya, “dengan adanya investor masuk ke daerah kita, tentunya akan membuka peluang kerja baru untuk masyarakat, sehingga dapat menekan angka pengangguran dan mengurarngi kemiskinan, dengan begitu taraf ekonoimi masyarakat akan mejadi lebih baik yag pada akhirya Aceh dapat keluar dari daftar propinsi termiskin di sumatra”. ujar muslm

Selain itu Muslim juga berharap, agar pemerintah Aceh tidak terlalu tinggi menggaungkan investasi jjka implementasinya hanya berakhir pada sekedar MoU.

Dalam kesempatan itu Muslim juga menyinggung terkait rencana Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang ingin mengambil alih pengelolaan Migas Blok B di Kabupaten Aceh Utara dari tangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Muslim mempertanyakan tentang kesiapan pemerintah Aceh dalam pengelolaan tersebut, apakah pemerintah telah membuat persiapan yang matang. sehingga jangan sampai nanti setelah mengambil alih malah tak mampu dikelola.

“pada prinsipnya kami DPRA siap mendukung sepenuhnya terkait hal tersebut, namun akan lebih baik lagi jika terlebih dahulu melakukan kajian yang mendalam menyangkut kesiapan pemerintah Aceh, baik yang bersifat regulasi maupun sumberdaya manusianya (SDM)” ujar muslim.

Menurut Muslim jika memang pemerintah belum siap, mengelola, sebaiknya untuk sementara waktu biarkan saja blok btersebut di keliola oleh Pertamina, sambil kita mempersiapkan semua aspek yang dibutuhkan. tutup muslim.(HAMDANI)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top