MUBES KE-II PEMAPIJAY KOTA LHOKSEUMAWE DAN ACEH UTARA CACAT PROSEDUR

MUBES KE-II PEMAPIJAY KOTA LHOKSEUMAWE DAN ACEH UTARA CACAT PROSEDUR

Berita Daerah 0 Comment 159

LHOKSEUMAWE, GemantaraNews

Musyawarah Besar ke-II Perkumpulan Mahasiswa Pidie Jaya di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang digelar pada hari senin, 13 Januari 2020 lalu di kantor PWA Lhokseumawe, dinilai cacat prosedur.

Menurut pengurus terdahulu, cacat prosedur kegiatan mubes tersebut terlihat dari beberapa hal. Yang pertama susunan kepanitian yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut tidak memiliki SK, kemudian jumlah peserta mubes ditinjou dari jumlah seluruh mahasiswa pidie jaya yang berada di aceh utara dan kota lhokseumawe juga tidak memenuhi syarat berdasarkan AD-ART organisasi. Selain itu, pengurus lama dan alumni organisasi PEMAPIJAY juga tidak menghadiri acara tersebut. Peserta mubes didominasi oleh mahasiswa UNIMAL sehingga beberapa kelompok mahasiswa pidie jaya yang melanjutkan pendidikan di PTN/PTS yang berada di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe menolak hasil MUBES tersebut karena mereka tidak diikutsertakan dalam pelaksanaan mubes. Mereka juga menilai MUBES tersebut tidak memiliki legalitas dan tidak sesuai dengan aturan yang tercantum dalam AD-ART PEMAPIJAY.
Selain itu, surat keputusan bupati pidie jaya no 94 tahun 2018 tentang pembentukan organisasi pemapijay masih berlaku sampai 12 februari 2020.

Sekretaris umum pemapijay periode 2018-2020 saat dihubungi tim redaksi membenarkan hal tersebut. Menurut Beliau apabila ditinjau dari struktur kepanitiaan, waktu, peserta yang hadir, dan mekanisme pelaksaan mubes tersebut memang cacat prosedur dan dinilai tidak sah.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut dan untuk menjaga eksistensi pemapijay dimasa mendatang, para pengurus lama menyarankan untuk segera di lakukan muslub. (M. Zulfan)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top