MENPORA IMAM NAHRAWI PAMIT  PADA SELURUH STAFF DAN JAJARAN MENYUSUL STATUS TERSANGKANYA OLEH KPK

MENPORA IMAM NAHRAWI PAMIT PADA SELURUH STAFF DAN JAJARAN MENYUSUL STATUS TERSANGKANYA OLEH KPK

Hukum 0 Comment 30

JAKARTA, Gemantaranews

Menyusul penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)  berpamitan kepada seluruh staff di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga

Setelah usai melaksanakan Shalat Dzuhur lmam Nahrawi langsung memasuki Wisma Kemenpora, di mana saat itu seluruh staff/pejabat dari eselon I hingga IV yang sudah berkumpul di ruangan tersebut.

Pertemuan itupun berlangsung secara tertutup Awak media juga tidak diperkenankan masuk dan menunggu di luar Ballroom Wisma Kemenpora, Kamis.
Imam pada sebelumnya sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tadi disampaikan ke saya surat pengunduran diri dari Pak Menpora Imam Nahrawi,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

Rabu 19 September 2019, KPK mengumumkan Imam Nahrawi sebagai tersangka pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Imam Nahrawi  diduga menerima suap dengan total nilai Rp.26,5 miliar yang merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menyatakan bahwa uang Rp.26,5 miliar tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. lmam di duga memiliki total kekayaan Rp.22.6 miliar.

Adapun rinciannya dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui asisten pribadinya Miftahul Ulum yang sudah ditetapkan juga sebagai tersangka menerima uang sejumlah Rp.14,7 miliar.
Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp.11,8 miliar

Imam Nahrawi dan Miftahul disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
(Atn/edd.biro Jakarta).

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top