MEMAAFKAN SEBUAH KEBAHAGIAAN

Serba-serbi 0 Comment 55

BANDUNG, Gemantaranews

Sudah menjadi tradisi di ujung bulan suci Ramadhan kita biasanya saling meminta maaf. Tradisi yang sangat bagus, sekalipun meminta maaf tidak harus hanya saat bulan suci Ramadhan atau idul fitri saja. Sejatinya harus kita lakukan kapanpun saat kita berbuat kesalahan kepada orang lain. Karena dosa menyakiti sesama tidak terhapus jika yang kita sakiti tidak memaafkan.

Baik meminta maaf atau memaafkan sama-sama memiliki tantangan. Saat kita berbuat salah terkadang berat rasanya meminta maaf. Karena meminta maaf butuh keberanian dan jiwa kesatria, untuk mengakui kesalahan. Memberikan maaf akan terasa lebih berat lagi karena hati yang sudah tersakiti biasanya akan membekas, bahkan mengarah kepada menyimpan dendam, jika mengikuti hawa nafsu memungkinkan seseorang ingin membalas dengan perbuatan yang sama atau bahkan lebih keras lagi.

Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian dan menyebarkan kasih sayang. Diawal-awal perjuangan dakwah Rasulullah saw, perlakuan orang-orang musyrik terhadap Rasulullah saw adalah ujian paling berat. Tidak ada orang yang menerima ujian yang paling berat selain Rasulullah saw, keluarganya yang suci dan para sahabatnya. Rasulullah saw dilempari batu, dilempari kotoran, diludahi, dikata-katai kasar, hingga berkali-kali hendak dibunuh dan diperangi. Ketika seseorang berkata kepada Rasulullah saw dengan kata-kata as samu’alaykum atau celakah kamu, Rasulullah saw hanya menjawab wa alaykum.. juga kecelakaan buat kamu.. salah seorang istri Rasulullah ada yang marah, malah membalas orang itu dengan kata-kata yang lebih kasar saking marahnya yang kemudian ditegur Rasulullah saw. Itulah akhlak indah yang diajarkan Rasulullah saw.

Ketika keadaan berbalik, semua orang yang memerangi Rasulullah saw sudah tidak berdaya, padahal mereka orang-orang yang sangat sengit benci dan memusuhi Rasulullah saw, begitu peristiwa futuh Mekah, pembebasan Mekah, Rasulullah saw memaafkan mereka. Itulah akhlak Rasulullah saw, akhlak alquran.

Memaafkan itu menyehatkan dan membahagiakan, karena dengan memaafkan menurut kajian bahasa arabnya artinya kita menghapus jejak-jejak atau bekas-bekasnya. Melupakan apa yang telah dilakukan orang lain terhadap kita. Jika Rasulullah saw teladan kita, maka hendaknya kita memaafkan. Selain itu bagaimana mungkin Allah SWT memaafkan kita saat kita memohon ampun kepada Nya, sementara kita sendiri menahan maaf kita kepada orang lain.

Bulan suci Ramadhan saat kita berpuasa adalah momen yang tepat untuk meminta maaf dan memaafkan. Tujuan puasa adalah menuju ketakwaan (QS Al Baqarah : 183) dan salah satu ciri orang bertakwa adalah orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia (QS Al Imran:134).

Jadi tujuan puasa kita belum tercapai jika kita tidak memaafkan sesama. Marilah di kesempatan yang berbahagia ini kita saling memaafkan dan menghapus jejak-jejak kesalahan orang lain dalam diri kita. Jika perasaan yang tidak mengenakan itu kita hilangkan, maka kita akan lebih sehat dan lebih berbahagia.
.
To forgive is the highest, most beautiful form of love. In return you will receive untold peace and happiness (Robert Muller)
.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. ( Jts )

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top