LAYANI PENGISIAN JERIGEN PLASTIK, SPBU KOLOR SUMENEP DIDUGA LABRAK ATURAN PERUSAHAAN PERTAMINA

LAYANI PENGISIAN JERIGEN PLASTIK, SPBU KOLOR SUMENEP DIDUGA LABRAK ATURAN PERUSAHAAN PERTAMINA

Berita Daerah 0 Comment 24

SUMENEP, GemantaraNewa

Bukan hanya SPBU Desa Gedungan menjadi sorotan public, sebab melayani pengisian BBM dengan menggunakan bahan yang mudah terbakar. Namun, SPBU Kolor Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, juga kedapatan tengah melakukan praktik pengisian BBM dengan posisi jerigen plastik. bahkan, pengisian dilakukan masih diatas mobil pick-up.

Dari pantauan beberapa media terjadi pemandangan yang tak elok dipandang mata dan sangat riskan. Pasalnya terjadi pengisian BBM, dilakukan saat sibuk sibuknya sedang melayani konsumen pengendara roda dua maupun roda empat atau dengan kata lain ditengah kondisi pom masih ramai oleh pengendara lain yang juga ingin mengisi BBM.

Ironisnya ditengah tengah kesibukan pengisian BBM untuk kepentingan konsumen, terdapat kesibukan lain yang kesibukan itu adalah kesibukan yang terlarang untuk mengisi BBM ke beberapa jerigen plastic yang riskan terhadap bahaya kebakaran. bahkan, saat pengisian BBM tersebut dilakukan di atas pickup.

Pengawas SPBU kolor, Arik mengatakan Selama ini praktik yang mereka lakukan itu tidak melanggar aturan, dan tidak ada undang undang yang mengatur mengatur terkait hal tersebut yang ada hanya sebatas himbauan internal di Pertamina saja.
“dalam hal ini tidak ada undang-undang yang mengatur terkait hal tersebut, yang ada cuma sekedar himbauan internal di Pertamina saja. Bagi saya rasa gak ada urusannya dengan Media, toh ini bukan uang rakyat,” terang Arik,via WA kepada awak media, Sabtu 15/08/20.

Menurutnya, jerigen plastik itu lebih aman digunakan ketimbang jerigen berbahan logam. Sebab listrik statis pada Jerigen plastik akan nol jika menggunakan grounding di setiap mesin pompa. “Jika menggunakan grounding akan lebih aman, justru lebih bahaya dengan menggunakan jerigen logam ketimbang yang plastic,” Jelas arik

Mengetahui kejadian tersebut, membuat pengamat kebijakan public yang juga biasa mengisi BBM di SPBU Kolor, Kecamatan kota, angkat bicara bahwa terkait hal tersebut, SPBU Kolor telah menabrak aturan perusahaan yang berupa edaran dari Pertamina, sebab edaran itu sudah jelas agar menggunakan jerigen berbahan logam,” Kata heri sama’on pada media ini.

dalam hal tersebut, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan serta untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,contohnya seperti insiden kebakaran di SPBU Pamekasan waktu lalu. Oleh karenanya, semua SPBU harusnya mengikuti dan mematuhi edaran perusahaan, bukan malah menunggu aturan resmi dari pemerintah. kemudian, sangat disayangkan jika da pengawas SPBU meremehkan edaran dari perusahaan pertamina itu sendiri. apalagi, pengawas SPBU tersebut mengatakan itu bukan urusan media karena semua itu menggunakan uang rakyat,” Terangnya.

” Jika praktik ini kerab kali dilakukan akan berpotensi membahayakan orang lain, jadi siapapun berhak untuk ikut mengawasi,” Ujarnya.

Lanjutnya, Persoalan ini jangan kita dianggap remeh sebab, persoalan nyawa manusia yang setiap orang berhak untuk melindunginya. selama ini apa yang dikatakan pengawas tersebut asal ngomong yang sepertinya tidak mengerti aturan dalam perusahaan berupa edaran hingga membuat orang tersinggung. Jadi, jangan seenak udelnya kalau nomong ya! Kami bisa lakukan “celas action” ke SPBU Kolor itu,” katanya dengan nada tinggi.

“Demi keselamatan public atau orang banyak pertamina harus lebih extra melakukan pengawasan kepada semua SPBU yang ada disumenep. bahkan, Pertamina harus menindak tegas SPBU yang masih ngotot melakukan pengisian menggunakan jerigen plastic,” Pungkasnya.( Biro sumenep )

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top