KUJANG BATU AKIK KARAWANG PERNAH TEMBUS PASAR LONDON INGGRIS.

KUJANG BATU AKIK KARAWANG PERNAH TEMBUS PASAR LONDON INGGRIS.

Budaya 0 Comment 22

KARAWANG, Gemantaranews

Kijang Natandang (41), seorang pengrajin batu akik asal Karawang di tengah melesunya usaha batu akik. Salah satunya dengan inovasi dan pemasaran yang berbeda. Siapa sangka hasil karyanya itu pernah dipamerkan di pasar London Inggris.

Ki Nata, panggilan akrabnya, menyebut pamor batu akik sempat melejit pada 2014 lalu. Banyak pengrajin yang membuka lapak di pinggir-pinggir jalan dan selalu diserbu pembeli. Namun kemudian lesu. Bahkan, tak sedikit pengrajin yang gulung tikar dan beralih usaha.

“Saya berpikir bagaimana caranya agar peminat tetap ada. Maka saya pasarkan juga secara online dengan harga yang unik,” kata Ki Nata ditemui di Saung Batu Kujang Karawang di Perumnas Bumi Telukjambe, Blok T Nomot 490, RT 003 RW 011, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Ia kemudian berinisiatif membentuk batu dengan motif Kujang, senjata tradisional Jawa Barat. Ia menyebut ada filosofi tersendiri terkait lekukan dan lubang di bentuk batu kujang. Meski demikian, ia mengakui bukan yang pertama membuat motif ini.

“Responnya dari konsumen baik. Saya menamai batu Kujang Sanggabuana,” katanya.

Perjalannya sebagai perajin batu akik memang tak langsung mulus. Ia harus berlatih berkali-kali agar bentuknya sesuai keinginan.

“Pas awal-awal buat memang bentuknya belum seperti ini,” katanya.

Menurutnya, membentuk batu akik bukan semata demi tuntutan komersil semata. Melain juga soal seni keindahan. Ki Nata juga mengaku belajar dari batu akik. Sebongkah batu yang tak berharga, menjadi bernilai. Hal itu sama seperti manusia.

Oleh karenanya, pengrajin batu akik tak ubahnya seorang seniman yang membentuk batu dengan hati menjadi bentuk yang indah.

“Ini yang menjadi masalah. Para pekerja seni membuat karya dengan hati. Kita harus menjaga juga suasana hati agar kemauan menghasilkan karya ada,” katanya.

Kujang batu akik buatannya mempunyai banyak variasi, dari warna, ukuran, hingga jenis batu. Tak hanya untuk pajangan, batu kujang ini juga bisa dijadikan aksesoris, kalung misalnya.

Ia memasarkan dengan harga beragam, mulai dari Rp 150.000, tergantung bentuk, jenis batu, dan ukuran.

Jenis batunya pun bermacam, mulai dari giok hitam, chalcedony, hingga pancawarna, batu khas Loji, Karawang.

Selain bentuk kujang, ia juga membuat cincin dari berbagai macam jenis batu. Kemudian aksesoris seperti cincin, gelang, tasbih, dan kalung dengan liontin dari batu.

“Harganya menyesuaikan bentuk dan ukuran,” katanya.

Pameran di London

Siapa sangka, seorang kawan menginformasikan akan diadakannya pameran di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di London. Ternyata, batu Kujang buatannya lolos seleksi. Ki Nata kemudian mengirim sembilan batu kujang.

“Dari sembilan yang saya kirim, yang kembali tujuh. Artinya, laku dua,” tambahnya.

Ia bercerita, pernah ada seorang warga Paris di Argentina yang memesan batu buatannya. Namun, kiriman itu tak sampai, meskipun alamat yang tertulis dipastikan benar. Setelah dikirimkan kembali, ternyata kiriman tersebut kembali ke tangannya untuk kedua kalinya.

“Ternyata memang ada aturan tertentu dari negara tersebut. Waktu itu saya mau kembalikan uang dia (pemesan), tapi dia menolak,” katanya.

Di samping itu, ia juga pernah mendapat pesanan dari Malaysia, Singapura, dan beberapa daerah di nusantara.

“Yang belum (pernah) mendapat oesanan dari Papua,” katanya.

Ia juga meraih penghargaan dari MURI rekor 72 seniman, 72 karya, 72 menit tampil bareng dalam rangka HUT Jawa Barat ke-72.

“Saya diajak oleh seorang seniman dari Jawa Barat untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Ki Nata juga bersyukur respon dari dinas terkait dan Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Karawang cukup baik. Ia kerap kali diberi kesempatan membuka stand di acara pemerintahan dan hotel-hotel.

“Omsetnya lumayan, bisa untuk mencukupi kebutuhan satu bulan,” katanya. (Tonny/Mariun/Johannes N)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top